Solidaritas Perempuan Dalam Novel Out (オウト) Karya Natsuo Kirino: Tinjauan Feminisme

  • Yunita Yunita Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanudin, Makassar

Abstract

Penelitian ini dimulai dari munculnya masalah perbedaan solidaritas dalam novel Out. Wanita tidak lagi sosok pasif, menunggu, dan menjadi objek untuk memuaskan laki-laki. Dalam hal ini, upaya peneliti untuk mengungkap bagaimana solidaritas yang ada di kalangan perempuan, tujuan atau aspek yang ingin berjuang untuk, dan mengungkap kompleksitas solidaritas di kalangan wanita. Penelitian ini menggunakan teori feminis yang dikembangkan oleh Simone de Beauviour. Kompleksitas solidaritas di Out akan terlihat saat menggunakan konsep Simone de Beauviour tentang feminisme dan subjekobjek hubungan (yang lain), wanita dalam kelompok solidaritas yang terdiri dari solidaritas sebagai kekuatan, solidaritas sebagai palsu, dan etika praksis pembebasan Dalam novel Out Natsuo Kirino keinginan jelas perasaan mengungkapkan, pikiran, dan masalah perempuan pada zamannya masih sangat relevan saat ini. Perempuan adalah agen beralasan bahwa harga dirinya dalam kemampuan untuk menentukan nasib mereka sendiri. Pada akhir solidaritas dalam bentuk kejahatan adalah perjuangan utama yang harus dilancarkan oleh perempuan dalam novel luar, di mana tidak ada cara lain yang bisa membebaskan mereka dari situasi yang tertindas. Solidaritas membuat mereka mampu menghadapi berbagai masalah, ancaman, dan gangguan.

Published
2016-10-01
How to Cite
YUNITA, Yunita. Solidaritas Perempuan Dalam Novel Out (オウト) Karya Natsuo Kirino: Tinjauan Feminisme. Jurnal Ilmiah Lingua Idea, [S.l.], v. 6, n. 1, oct. 2016. ISSN 2580-1066. Available at: <http://jos.unsoed.ac.id/index.php/jli/article/view/328>. Date accessed: 13 aug. 2020.
Section
Articles