GERAKAN ANTIDISKRIMINASI MASYARAKAT SIPIL KULIT HITAM AMERIKA

analisis semiotik film selma

  • Arya Kurniawan Jurusan Sosiologi Fisip Unsoed
  • Elis Puspitasari Jurusan Sosiologi Fisip Unsoed

Abstract

Diskriminasi rasial menunjukkan kuatnya kelas dominan atas kelas marginal. Buruknya tindakan rasial telah banyak mendatangkan sorotan dan penolakan serta lahirnya gerakan antidiskriminasi. Tulisan ini bermaksud mendeskripsikan dan menjelaskan diskriminasi rasial dan gerakan antidiskriminasi rasial kepada orang kulit hitam dalam film Selma (2014) karya Ava Duvernay. Pendekatan yang digunakan dalam tulisan ini yaitu semiotika Roland Barthes dengan unit analisis tanda secara audio dan visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Selma (2014) merepresentasikan fakta sejarah peristiwa rasialisme di Amerika Serikat pada tahun 1960-an khususnya negara bagian selatan. Tindakan rasial tersebut dilakukan oleh masyarakat kulit putih dan pemerintahan yang menginginkan supremasi kulit putih. Negara telah melakukan institutional racism kepada kaum Afro-Amerika. Rasialisme pada akhirnya menimbulkan aksi perlawanan yaitu gerakan antidiskriminasi rasial yang merupakan tipe gerakan sosial baru. Ditemukan beberapa repertoar gerakan sosial yang digunakan oleh orang kulit hitam dalam film Selma yaitu aksi duduk (sit-ins), diplomasi politik, framing, penggunaan simbol agama, pendidikan organisasi, dan narasi non-violent movement. Tulisan ini menyarankan perlunya penambahan kasus diskriminasi rasial yang diteliti dan pendekatan yang berbeda agar dunia dapat lebih memahami diskriminasi secara lebih komprihensif.

Published
2022-08-04
How to Cite
KURNIAWAN, Arya; PUSPITASARI, Elis. GERAKAN ANTIDISKRIMINASI MASYARAKAT SIPIL KULIT HITAM AMERIKA. Jurnal Interaksi Sosiologi, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 1-22, aug. 2022. ISSN 1412-7229. Available at: <http://jos.unsoed.ac.id/index.php/jis/article/view/6552>. Date accessed: 06 dec. 2022.
Section
Jurnal Interaksi Volume 1 Nomor 1 2021