Aktivitas Antibakteri Ekstrak Tubuh Buah Coprinus comatus Terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus

  • Ellen Evita Student
  • Nuniek Ina Ratnaningtyas Universitas Jenderal Soedirman
  • Dini Ryandini Universitas Jenderal Soedirman

Abstract

Coprinus comatus merupakan salah satu jamur yang dapat menghasilkan senyawa bioaktif. Ekstrak dari jamur ini sering digunakan pada bidang medis, seperti anti-kanker, anti-diabetes, dan penyakit kardiovaskular, namun masih belum ada informasi sebagai anti-bakteri. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui jenis pelarut yang menghasilkan rendemen tertinggi dan memiliki aktivitas antibakteri lebih tinggi terhadap E. coli dan S. aureus, mengetahui pengaruh umur simplisia terhadap aktivitas anti-bakteri, mengetahui konsentrasi terendah ekstrak tubuh buah C. comatus yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri E. coli dan S. aureus, mengetahui aktivitas penghambatan ekstrak etil asetat dan ekstrak etanol terhadap E. coli dan S. aureus. Penelitian ini diawali dengan proses ekstraksi senyawa antibakteri dari C. comatus menggunakan metode maserasi. Pelarut yang digunakan dalam proses ekstraksi yaitu pelarut etanol dan etil asetat. Pengujian aktivitas anti-bakteri ekstrak C. comatus dilakukan terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Uji aktivitas anti-bakteri menggunakan simplisia berumur 7 bulan yang telah disimpan di lemari pendingin dan dibandingkan dengan ekstrak dari simplisia berumur 4 minggu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental menggunakan rancangan penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan penggunaan pelarut dan konsentrasi ekstrak yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol memiliki rendemen lebih tinggi dari ekstrak etil asetat, namun aktivitas penghambatan ekstrak etil asetat lebih baik terhadap kedua bakteri dibandingkan ekstrak etanol. Simplisia berumur 4 minggu menunjukkan aktivitas penghambatan yang lebih baik dibandingkan simplisia berumur 7 bulan. Konsentrasi terendah yang dapat menghambat E. coli dan S. aureus adalah konsentrasi 6,75% dari kedua ekstrak. Secara umum lebih baik terhadap S. aureus lebih peka terhadap kedua ekstrak dibandingkan E. coli.

References

A’yunin, A. Q., Nawfa, R. & Purnomo, A.S., 2016. Pengaruh Tongkol Jagung sebagai Media Pertumbuhan Alternatif Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) terhadap Aktivitas Antimikroba. Jurnal Sains dan Seni ITS, 5(1):57-60.

Carolia, N., & Noventi, W., 2016. Potensi Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) sebagai Alternatif Terapi Acne vulgaris. Majority,5(1): 140-145

Efendi, Y. N., & Hetiani, T., 2013. Potensi Antimikroba Ekstrak Etanol Sarang Semut (Myrmecodia tuberosa Jack) terhadap Candida albicans, Escherichia coli, dan Staphylococcus aureus. Traditional Medicinal Journal, 18(1):53 – 58

Guenther, E. 1987. Minyak Atsiri Jilid 1. Jakarta : UI Press

Huang, D., Ou, B., & Prior, R. L., 2005. The Chemistry Behind Antioxidant Capacity Assays. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 53(6):1841 – 1856

Huliselan, Y. M., Runtuwene, M. R. J., & Wewengkang, D. S., 2015. Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol, Etil Asetat, dan N-heksan dari Daun Sesewanua (Clerodendron squamatum Vahl.). Jurnal Ilmiah Farmasi-Unsrat, 4(3):155 – 163

Kalaw, S.P. & Albinto, R.F., 2014. Functional activities of Phillippine wild strain of Coprinus comatus (O. F. Mull. : Fr) Pers and Pleurotus cystidiosus O. K. Miller grown on rice straw based substrate formulation. Mycosphere, 5(5): 646-655

Kosasih, P. & Soediro, I. 1987. Metode Fitokimia. Bandung : ITB Press.

Lavanya, J. & Subhashini, S., 2013. Therapeutic Proteins and Peptides from Edible and Medicinal Mushroom Review. European Scientific Journal, 9(24):162-176

Muhamad, P. H., Wrasiati, L. P., & Anggraeni, A. A. M. D. 2015. Pengaruh Suhu dan Lama Curing terhadap Kandungan Senyawa Bioaktif Ekstrak Etanol Bunga Kecombrang (Nicolaia speciose Horan). Jurnal Rekayasa dan Manajemen Agroindustri, 3(4):92-102

Ngazizah, F. N., Ekowati, N., & Septiana, A. T., 2016. Potensi Daun Trembilungan (Begonia hirtella Link) sebagai Antibakteri dan Antifungi. Biosfera, 33(3):126 – 133

Nuria, M. C., Faizatun, A., & Sumantri. 2009. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25293, Escherichia coli ATCC 25922, dan Salmonella typhii ATCC 1408. Jurnal Fakultas Farmasi Universitas Wahid Hasyim Semarang: 1 – 12

Palekahelu, N. Y. C., 2018. Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri dari Ekstrak Etanol dan Metanol Daun Kapehu (Guioa diplopetala). ResearchGate,

Pelczar, M. J., & Chan, E. C. S., 2010. Dasar-dasar Mikrobiologi. Jakarta : UI Press

Pottz, G.E., Rampey, J.H. & Benjamin, F., 1967. The Effect Of Dimethyl Sulfoxide (DMSO) on Antibiotic Sensitivity of A Group of Medically Important Microorganisms: Preliminary Report. Annals of the New York Academy of Sciences, 141(1): 261-272

Poucheret, P., Fons, F., & Rapior, S. 2006. Biological and Pharmacological Activity of Higher Fungi : 20-Year Retrospective Analysis. Cryptogamie Mycol., 27(4): 311-333.

Radji, M., Sumiati, A., Rachmayani, R., & Elya, B., 2011. Isolation of Fungal Endophytes from Garcinia mangostana and Their Antibacterial Activity. African Journal of Biotechnology, 10(1):103 – 107

Ren, L., Hemar, Y., Perera, C. O., Lewis, G., Krissansen, G. W., & Buchanan, P. K., 2014. Antibacterial and Antioxidant Activities of Aqueous Extracts of Eight Edible Mushrooms. Bioactive Carbohydrate and Dietary Fibre, 3(1): 41 – 51

Rijayanti, R. P., 2014. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Mangga Bacang (Mangifera foetida L.) terhadap Staphylococcus aureus Secara In Vitro. Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura, 1(1): 1-19

Sani, R. N., Nisa, F. C., Andriani, R. D. & Maligan, J. M., 2014. Analisis Rendemen dan Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Mikroalga Laut Tetraselmis chuii. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 2(2):121 – 126

Stojković, D., Reis, F. S., Barros, L., Glamoclija, J., Ciric, A., Griensven, L. J. I. D., Sokovic, M., & Ferreira, I. C. F. R., 2013. Nutrients and Non-Nutrients Composition and Bioactivity of Wild and Cultivated Coprinus comatus (OF Müll.) Pers. Food and chemical toxicology, 59:289-296

Susanto, A., Ratnaningtyas, N. I., & Ekowati, N., 2018. Aktivitas Antioksidan Esktrak Tubuh Buah Jamur Paha Ayam (Coprinus comatus) dengan Pelarut Berbeda. Majalah Ilmiah Biologi Biosfera, 35 (2): 63 – 68

Sudarmadji, S., Kasmidjo, R., Sardjono, D. W., & Magino, S., 1989. Mikrobiologi Pangan. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Timotius, K. H. 1982. Mikrobiologi Dasar. Skripsi. Salatiga : Universitas Kristen Satya Wacana Press.

Vandepitte, J., Engbaek, K., Piol, P., & Heuck, C. C., 1991. Basic Laboratory Procedures in Clinical Bacteriology. Geneva : World Health Organization
Published
2020-04-29
How to Cite
EVITA, Ellen; RATNANINGTYAS, Nuniek Ina; RYANDINI, Dini. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Tubuh Buah Coprinus comatus Terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed, [S.l.], v. 2, n. 1, p. 123-130, apr. 2020. ISSN 2714-8564. Available at: <http://jos.unsoed.ac.id/index.php/bioe/article/view/1989>. Date accessed: 09 feb. 2023. doi: https://doi.org/10.20884/1.bioe.2020.2.1.1989.
Section
Articles