Pendugaan potensi cadangan volume akuifer air tanah di daerah Sragen bagian timur
Abstract
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran dan ketebalan akuifer di wilayah timur Kabupaten Sragen menggunakan metode geolistrik tahanan jenis dengan konfigurasi Schlumberger. Data hasil pengukuran di lapangan diolah menggunakan perangkat lunak untuk analisis 1D serta pemodelan 2D dan 3D guna menginterpretasi litologi bawah permukaan dan karakteristik akuifer.
Hasil interpretasi menunjukkan bahwa lapisan bawah permukaan tersusun atas tanah penutup (topsoil), lempung, lempung pasiran, pasir, pasir kerikilan, dan breksi. Zona akuifer umumnya diwakili oleh lapisan pasir dan pasir kerikilan. Pada kecamatan Sambirejo terdeteksi akuifer bebas pada kedalaman antara 1,17-35,7 m dengan ketebalan antara 9,56-31,36 m sedangkan akuifer tertekan pada kedalaman 26,4-90,8 m dengan ketebalan antara 35,8-56,3 m. Pada kecamatan Gondang terdeteksi akuifer bebas pada kedalaman antara 0,8-29,7 m dengan ketebalan antara 12,51-23,59 m sedangkan akuifer tertekan pada kedalaman 100-133 m dengan ketebalan antara 33 m. Pada kecamatan Sambung macan terdeteksi akuifer bebas pada ketertekanan antara 0,59-47,8 m dengan ketebalan antara 4,42-29,04 m, sedangkan akuifer tertekan pada kedalaman 20-121 m dengan ketebalan antara 33,4-93,7 m. Berdasarkan hasil pemodelan 3D, potensi airtanah terbesar terdapat pada lapisan pasir dan pasir kerikilan dengan volume masing-masing sebesar 8,735 × 10⁶ m³ dan 5,435 × 10⁶ m³.
Penelitian ini menunjukkan bahwa konfigurasi geolistrik Schlumberger efektif dalam mendelineasi geometri akuifer dan menilai potensi airtanah, khususnya pada wilayah yang rentan terhadap kekeringan musiman seperti bagian timur Kabupaten Sragen.
Kata kunci: airtanah, geolistrik tahanan jenis, konfigurasi Schlumberger, akuifer bebas, akuifer tertekan, Sragen.





