Karakterisasi Biodegradable Foam dengan Variasi Serat Batang Pisang dan Konsentrasi Gliserol
Abstract
Tingginya penggunaan styrofoam menimbulkan permasalahan yang signifikan bagi lingkungan, kesehatan, dan kelestarian alam. Permasalahan ini disebabkan oleh sifat dari styrofoam yang sulit terurai dan menghasilkan polutan berbahaya. Penelitian ini mengembangkan biodegradable foam berbahan dasar serat batang pohon pisang, pati tapioka, dan gliserol sebagai plasticizer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh serat batang pisang (pelepah, inti, dan pelepah-inti) dan konsentrasi gliserol (5%, 8%, dan 11%) terhadap karakteristik biodegradable foam. Metode yang dilakukan pada penelitian ini yaitu pemotongan batang pisang, penghalusan, pemasakan serat, pengeringan serat, dan pencampuran bahan serta baking process untuk menghasilkan biofoam. Hasil uji biodegradable pada biofoam menunjukkan hasil terbaik pada sampel inti batang pisang dengan gliserol 11%. Sementara itu, uji kebocoran menunjukkan bahwa sampel bahan pelepah pisang dengan konsentrasi 11% memiliki ketahanan yang paling unggul. Adapun hasil uji daya serap air diperoleh bahwa sampel bahan campuran dengan konsentrasi gliserol 8%.




