EKSTERNALITAS YANG TERABAIKAN: KAJIAN DPSIR ATAS KEBERLANJUTAN AGRIBISNIS FOOD ESTATE DI KAWASAN GAMBUT KALIMANTAN TENGAH
Abstrak
Program Food estate Kalimantan Tengah diluncurkan sebagai bagian dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional untuk memperkuat ketahanan pangan pasca-pandemi COVID-19, namun implementasinya pada lahan bekas Pengembangan Lahan Gambut menimbulkan dilema klasik ekonomi lingkungan antara pertumbuhan produksi pangan dan keberlanjutan ekosistem gambut. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak pembangunan food estate terhadap aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan di Kalimantan Tengah menggunakan kerangka Driving Force-Pressure-State-Impact-Response (DPSIR). Metode yang digunakan adalah studi kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan dengan analisis isi terhadap dokumen ilmiah, laporan resmi, dan hasil investigasi lapangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan produksi pangan secara agregat tidak sebanding dengan realisasi di tingkat mikro, sementara tekanan ekologis warisan proyek gambut sebelumnya memperbesar risiko emisi karbon, deforestasi, dan konflik sosial dengan masyarakat adat. Biaya sosial dan lingkungan program ini belum sepenuhnya terinternalisasi dalam kalkulasi ekonomi kebijakan. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan keberlanjutan kuat yang mengintegrasikan kesesuaian agroekologis lahan dan partisipasi masyarakat lokal sebagai prasyarat keberhasilan agribisnis pangan skala besar di kawasan gambut secara berkelanjutan
