Persepsi Seksualitas Santri Dan Responsi Menghadapi Kekerasan Seksual
Abstract
Many cases of sexual violence have occurred within Islamic boarding school (pesantren) environments. This study aims to examine the relevance between female students’ perceptions of sexuality and their readiness to protect themselves from the threat of sexual harassment, as well as to explore how sex education is implemented in pesantren settings. This research adopts a quantitative approach, supported by qualitative elements through descriptive statistical analysis. The population consists of female santri in Banyumas Regency, with a sample of 102 respondents selected using non-probability sampling and random homogeneous techniques. The findings indicate that students’ views on aspects of sexuality—such as norms, values, and morality—vary considerably. These differences in interpreting and responding to sexuality are influenced by cultural factors, personal experiences, educational background, and the pesantren environment itself. The results also reveal varying levels of awareness regarding potential risks: some students have received information and training, while others remain less sensitive to the issue. These findings highlight the need for a more structured approach to ensuring the safety and protection of students from potential sexual abuse. The study further identifies the efforts and methods employed by pesantren in providing sex education. While such material is acknowledged to exist, it is not presented systematically as part of a structured curriculum. Ideally, sex education for santri should incorporate instruction on moral values and sexual responsibility, reflecting an effort to integrate religious values with a modern understanding of sexuality
References
Ahmad Jamaludin, ’Perlindungan Hukum Anak Korban Kekerasan Seksual’, Jurnal CIC Lembaga Riset dan Konsultan Sosial, 3.2 (2021), 1-10.
Alfredo, J. M., Nugraha, X., & Putri, D. E. K.’Islamic Sex Education Program: Transformasi Pendidikan Pesantren Guna Mencegah Terjadinya Kekerasan Seksual di Kalangan Santri’, Journal of Islamic Law Studies, 5.3 (2021), 341-352.
Aliyah, A., ‘Pesantren Tradisional Sebagai Basis Pembelajaran Nahwu Dan Sharaf Dengan Menggunakan Kitab Kuning’, Al-Ta’rib : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, 6.1, (2018) 1–25.
Allis Nurdini, ‘Cross-Sectional Vs Longitudinal: Pilihan Rancangan Waktu Dalam Penelitian Perumahan Permukiman’, DIMENSI: Jurnal Teknik Arsitektur, 34.1 (2006). 52–58.
Arif, M., ‘Social Behaviour Di Pesantren Salaf’, Asketik, 1.1, (2017). 13–26.
Aulia Virgistasari, Anang Dony Irawan, ’Pelecehan Seksual Terhadap Korban Ditinjau Dari Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021’, Media Of Law and Sharia, 3.2 (2022), 107-123.
Bisjoe, A. R. H. ‘Menjaring Data dan informasi penelitian melalui Focus Group Discussion (FGD): Belajar dari Praktek Lapangan’, Info Teknis EBONI, 15.1 (2018). 17–28.
Dina Shofia, M Iqbal, ‘Kriminalisasi Perempuan Korban Pelecehan Seksual Menggunakan Undang-Undang Informasi Dan Transaksi Elektronik (Studi Kasus Putusan Nomor: 574 K/PID.SUS/2018)’, Jurnal Ilmiah Mahasiswa: Bidang Hukum Pidana, 4.3 (2020), 590-599.
Fiqih, M. A., ’Peran Pesantren dalam Menjaga Tradisi-Budaya dan Moral Bangsa’, PANDAWA, 4.1, (2022), 42-65.
Ivo Noviana, ’Kekerasan Seksual Terhadap Anak: Dampak Dan Penanganannya’, Sosio Informa, 1.1 (2015), 13-26.
Jamaluddin, Muhammad, ’Metamorfosis Pesantren Di Era Globalisasi’, Karsa: Jurnal Sosial Dan Budaya Keislaman, 20.1 (2012),127-39.
Juliana Agusthina Tuasela, Yohanes Parihala, ’Pelayanan Pastoralia Transformatif untuk Penanganan Masalah Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan di Ambon’, Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya, 2.2 (2017), 166-180.
Kamila Adnani, Wening Udasmoro, Ratna Noviani, ’Resistensi Perempuan Terhadap Tradisi-Tradisi di Pesantren Analisis Wacana Kritis Terhadap Novel Perempuan Berkalung Sorban’, KAWISTARA, 7.2 (2016), 113-224.
Labiqotul Fatiyasani, Ika Ratna Palupi, Tjaronosari, ’Faktor Individu dan Lingkungan dengan Citra Tubuh Pada Santri Putri di Pondok Pesantren’, Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 15.1 (2018), 1-9.
Mahmudah, N., ’Memotret Wajah Pendidikan Seksualitas Di Pesantren’, Quality, 3.1 (2015), 133–157.
Matulessy A., I Noviekayati, ’Persepsi Terhadap Kepemimpinan Kiai, Konformitas dan Kepatuhan Santri Terhadap Peraturan Pesantren’, Persona: Jurnal Psikologi Indonesia, 3. 02 (2014), 97-113.
Mohtazul Farid, Medhy Aginta Hidayat, ‘Perlawanan Perempuan Pesantren Terhadap Poligami Kiai di Madura’, Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 10.02 (2021), 992-1009.
Nursiti, I., ’Perlindungan Hukum Terhadap Santriwati Korban Kekerasan Seksual: Suatu Penelitian Di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Blangkejeren, JIM Bidang Hukun Pidana’, 4.2 (2020), 385–397.
Pebriaisyah, B. F., Wilodati, W., & Komariah, S. ’Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan Keagamaan: Relasi Kuasa Kyai Terhadap Santri Perempuan di Pesantren’, Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 12.1 (2022), 1-14.
Puspita Wulandari, Elly Malihah, Tutin Aryanti, ’Menjadi Perempuan Pekerja Migran’, Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 12.1 (2022), 35-50.
Ramadhani Rakhshanda Putri, Hubungan Antara Regulasi Emosi, Harga Diri Dan Perilaku Kekerasan Dalam Berpacaran Pada Mahasiswa. Surakarta: Universitas Muhammadiyah, (2022), 1.
Romadon, Saiful, ’Manajemen Risiko Reputasi Pondok Pesantren Terhadap Pemberitaan Pelecehan Seksual: Studi Kasus Pada Yayasan Madani Boarding School Cibiru Kota Bandung’, Akrab Juara: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 7.1 (2022), 361-368.
Rosania Paradiaz and Eko Soponyono, ’Perlindungan Hukum Terhadap Korban Pelecehan Seksual’, Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 4.1 (2022), 61-72.
Samsul Bahri, Mansari, ’Model Pengawasan Anak Dalam Upaya Pencegahan Pelecehan Seksual di Lingkungan Pesantren’, Legalite : Jurnal Perundang Undangan Dan Hukum Pidana Islam, 6.2, (2021), 108-109.
Saripah, I., Nadhiroh, N. A., Nuroniah, P., Ramdhani, R. N., & Roring, L. A. ’Kebutuhan Pendidikan Seksual Pada Remaja: Berdasarkan Survei Persepsi Pendidikan Seksual Untuk Remaja’, Jurnal Bimbingan Dan Konseling Terapan, 5.1 (2021). 1-8.
Shiddiq, Ahmad, ’Tradisi Akademik Pesantren’, TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam 10. 2, (2015), 218-29.
Siti Fauziyah & Mohamad Rohman, ‘Pendidikan Seks Dalam Tradisi Lembaga Pendidikan Islam Tradisional: Telaah di Pesantren Salafi Bani Syafi’i Cilegon Banten’, EL-HIKAM: Jurnal Pendidikan dan Kajian Keislaman, 5.1 (2012), 1-28.
Trisnani, E. E. ’Jejak Pesantren di Madura; Dari Islamisasi hingga Dinamika Lembaga’, EL-BANAT: Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Islam, 11.1 (2021), 52-69.
UU No. 20, Tahun 2022, Pasal 3.
Weli Yohania. ’Studi Fenomenologi Dampak Psikologis Korban Kekerasan Seksual Pada Santriwati Pondok Pesantren X’, Semarang: Fakultas Psikologi, Unisula. (2004).
Wulan Yunita Sari, Perbedaan Tingkat Kepatuhan Terhadap Aturan Antara Santri Putra dengan Santri Putri di Pondok Pesantren Al- Amien Kota Kediri. Kediri: IAIN Kediri, (2018).
Yonna Beatrix Salamor, Anna Maria Salamor, ’Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan (Kajian Perbandingan Indonesia-India)’, Balobe Law Journal, 2.1, (2022), 7-11.
Yulianto, A. Pengujian Psikometri Skala Guttman untuk Mengukur. Jurnal Psikologi: Media Ilmiah Psikologi, 18.1 (2009), 38–48.
Zuttairain Alkhudary, Perilaku Komunikasi Interpersonal Santri Wati Bercadar Dalam Menjalin Hubungan Dengan Masyarakat Di Lingkungan Pondok Pesantren Assunah Cirebon. Cirebon: Komunikasi Penyiaran Islam, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, (2021), 1.

