OPTIMALISASI PERAN KONSELOR SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU ASERTIF REMAJA DALAM MENCEGAH PERILAKU BERISIKO SEKSUAL

  • Endang Triyanto
  • Koernia Nanda Pratama Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman
  • Eva Rahayu Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu- ilmu Kesehatan ,Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto

Abstract

Perilaku berisiko seksual remaja berpotensi terjadinya kehamilan remaja, aborsi, penyakit menular seksual. Temuan studi menunjukkan bahwa teman sebaya merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku remaja. Perilaku berisiko seksual dapat dicegah dengan kemampuan asertif. Dalam rangka meningkatkan kemampuan asertif diperlukan peran konselor sebaya. Saat ini, peran konselor sebaya tidak berjalan efektif. Oleh karena itu diperlukan serangkaian kegiatan pelatihan konselor sebaya yang kemudian dipraktikan kepada remaja high risk. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan peran konselor sebaya dan meningkatkan kemampuan asertif remaja high risk. Metode yang digunakan melalui pelatihan kesehatan remaja, perilaku seksual, konseling dan kemampuan asertif kepada konselor sebaya. Selanjutnya, konselor sebaya melakukan perannya kepada remaja high risk untuk meningkatkan kemampuan asertif. Kegiatan dilaksanakan sejak Maret 2020 baik secara daring maupun tatap muka. Hasil pengukuran pengetahuan, skill dan sikap konselor sebaya yang diukur sebelum dan setelah pelatihan selama 2 bulan menunjukkan terjadi peningkatan sebesar 80%.

Published
2021-07-28
How to Cite
TRIYANTO, Endang; PRATAMA, Koernia Nanda; RAHAYU, Eva. OPTIMALISASI PERAN KONSELOR SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU ASERTIF REMAJA DALAM MENCEGAH PERILAKU BERISIKO SEKSUAL. Jurnal of Community Health Development, [S.l.], v. 2, n. 2, p. 89-97, july 2021. ISSN 2723-2050. Available at: <https://jos.unsoed.ac.id/index.php/jchd/article/view/3329>. Date accessed: 20 may 2024.