Analisis Kandungan Bahan Kimia Obat Allopurinol Dalam Jamu Asam Urat Yang Beredar Di Kota Batam Secara Kromatografi Lapis Tipis
Abstrak
Minat masyarakat yang tinggi terhadap jamu, khususnya jamu untuk keluhan nyeri sendi dan asam urat, mendorong sebagian produsen untuk meningkatkan khasiat produknya agar dirasakan bekerja cepat. Salah satu jenis bahan kimia obat (BKO) yang berpotensi ditambahkan oleh produsen pada jamu adalah allopurinol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah jamu asam urat yang beredar di Kota Batam mengandung bahan kimia obat dan bagaimana analisis bahan kimia obat allopurinol menggunakan kromatografi lapis tipis. Jamu asam urat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu enam macam merk jamu yang beredar di Kota Batam. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi bahan kimia obat allopurinol dalam penelitian ini adalah uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT) yang dapat dilihat dari munculnya bercak atau noda berwarna ungu sebagai identifikasi penggunaan allopurinol di dalam jamu. Fase gerak yang digunakan untuk mengidentifikasi allopurinol adalah n-butanol (C4H10O) dan amonium hidroksida (NH4OH), pelarut yang digunakan adalah amonium hidroksida (NH4OH), natrium hidroksida (NaOH) dan fase diam yang digunakan adalah plat silika gel GF254. Hasil identifikasi pada jamu asam urat yang beredar di Kota Batam secara KLT menunjukkan tidak adanya bahan kimia obat allopurinol pada setiapsampel jamu dilihat pada sinar UV 254 nm sehingga tidak ada harga Faktor Retardasi (Rf) sampel yang sama atau hampir sama dengan harga Rf pembanding allopurinol, sehingga penelitian tidak dilanjutkan ketahap kuantitatif dikarenakan keenam sampel mendapatkan hasil negatif allopurinol.
