Peningkatan Oksigen pada Tanaman Padi dengan Sistem Aerasi Sederhana
Abstract
Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas penting yang berperan dalam menyokong pangan nasional karena berfungsi sebagai sumber bahan makanan pokok. Pada lahan sawah tergenang, suplai oksigen ke akar tanaman mengalami penurunan tajam (anoksia) dan kondisi dimana berkurangnya suplai oksigen jaringan dibawah level normal (hipoksia) akan menyebabkan proses metabolisme terganggu pada akhirnya menurunkan hasil panen. Inovasi sistem aerasi sederhana menawarkan solusi dengan meningkatkan kadar oksigen di zona perakaran, dengan menciptakan gelembung-gelembung halus udara yang naik melalui air. Penelitian ini menggunakan rancangan split plot dengan rancangan dasar yaitu RAKL (Rancang Acak Kelompok Lengkap) dan ulangan sebanyak 3 kali. Main plot terdiri dari 3 periode aerasi yaitu 0% aerasi, 50% aerasi dan 100% aerasi. Subplot terdiri dari 2 varietas padi yaitu padi Mapan P05 dan padi Inpari 32. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sistem aerasi pada perlakuan 100% aerasi memberikan hasil terbaik pada kadar oksigen terlarut (6,2 mg/L), konduktivitas listrik (0,57 dS/m), total padatan terlarut (284,1 ppm), konsumsi energi aerator (90,7 kWh), tingkat kehijauan daun (33,1), volume akar (101,5 mL), bobot segar akar (93,6 g), bobot kering akar (29,8 g) dan indeks panen (82,9%). Pada perlakuan varietas, Mapan P05 memberikan hasil terbaik pada volume akar (104,8 mL), bobot segar akar (97,2 g), bobot kering akar (29,5 g) dan panjang akar (37,9 cm).
References
Adwiyani, P., Melati, M., & Sunarti, T. C. (2022). Respon morfologi dan fisiologi lima varietas padi pada pemberian pupuk organik diperkaya mikroba. Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy), 50(1), 26-32.
Al Habib, I. M., Zuhro, F., & Tamala, U. (2019). Efek persentase genangan air terhadap waktu pada hipoksia beberapa aksesi tembakau (Nicotiana tabacum L.). BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi, 1(2), 73-81.
Eysholdt, E., & Sauter, M. (2017). Root bending is antagonistically affected by hypoxia and erf-mediated transcription via auxin signaling. Plant Physiology, 175(1), 412-423.
Insani, N. N., Darmanti, S., & Saptiningsih, E. (2021). Pengaruh durasi penggenangan terhadap pertumbuhan vegetatif dan waktu berbunga cabai merah keriting Capsicum annum (L.) varietas jacko. Buletin Anatomi dan Fisiologi, 6(2), 104-114.
Irwan, F., Afdal., & Arlindia, I. (2016). Kajian hubungan konduktivitas listrik dengan konsentrasi padatan terlarut pada air permukaan. Jurnal Prosiding Seminar Nasional Fisika, 6, 7-10.
Junianti, E., Proklamasiningsih, E., & Purwanto, P. (2020). Efek inokulasi pgpr terhadap pertumbuhan tanaman padi fase vegetative di media salinitas tinggi. Jurnal Agro, 7(2), 193-202.
Lin, C., Ogorek, L. L. P., Pedersen, O., & Sauter, M. (2021). Oxygen in the air and oxygen dissolved in the floodwater both sustain growth of aquatic adventitious roots in rice. Journal of Experimental Botany, 72(5), 1879-1890.
Maulana, W. (2017). Respon beberapa varietas padi (Oryza sativa L.) terhadap serangan hama penggerek batang padi dan walang sangit (Leptocorisa acuta thubn.). Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi, 10(1), 21-27.
Murtilaksono, A., & Apriyani, M. (2023). Pengaruh pemberian arang sekam padi dan arang tempurung kelapa terhadap pertumbuhan akar tanaman kacang putih (Vigna unguiculata). Agro Tatanen: Jurnal Ilmiah Pertanian, 5(2), 54-58.
Peuke, A. D., Gessler, A., Trumbore, S., Windt, C. W., Homan, N., Gerkema, E., & Van As, H. (2015). Phloem flow and sugar transport in r icinus communis l. is inhibited under anoxic conditions of shoot or roots. Plant, Cell & Environment, 38(3), 433-447.
Rasman, R., & Saleh, M. (2016). Penurunan kadar besi (fe) dengan sistem aerasi dan filtrasi pada air sumur gali (eksperimen). HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 2(3), 159-167.
Rosariawari, F., Wahjudijanto, I., & Rachmanto, T. A. (2018). Peningkatan effektifitas aerasi dengan menggunakan micro bubble generator (mbg). Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan, 8(2), 89.
Santhiawan, P., & Suwardike, P. (2019). Adaptasi padi sawah (Oryza sativa L.) terhadap peningkatan kelebihan air sebagai dampak pemanasan global. Agro Bali: Agricultural Journal, 2(2), 130-144.
Subandi, M., Salam, N. P., & Frasetya, B. (2015). Pengaruh berbagai nilai ec (electrical conductivity) terhadap pertumbuhan dan hasil bayam (amaranthus sp.) pada hidroponik sistem rakit apung (floating hydroponics system). Jurnal Istek, 9(2), 136-152.
Sutanto, S., Supriyanto, T., & Widjajanto, D. (2023). Pengaruh penyaringan padatan terlarut terhadap oksigen terlarut pada proses aerasi air kolam ikan. In Seminar Nasional Inovasi Vokasi, 2, 204-212.
Syarifah, R. N. K., Ulinuha, Z., & Purwanto, P. (2021). Pengaruh pemupukan N terhadap serapan dan efisiensi penggunaan N, serta hasil padi hibrida. Jurnal Agro, 8(2), 262-273.
Wendi, A. (2017). Kajian aplikasi aerator terhadap pertumbuhan dan hasil bayam hijau dan bayam merah secara hidroponik. Skripsi.


