Language Crime: Potential Defamation and Criminality in Fake News From a Forensic Linguistic Perspective

##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Krismonika Khoirunnisa Umi Kulsum Dian Roesmiati

Abstrak

Bahasa dan media merupakan topik yang menarik untuk dikaji. Mengingat bahasa memiliki kriteria di masyarakat, maka media tidak akan luput untuk menjadi alat berkomunikasinya. Seiring berjalannya waktu, bahasa memiliki banyak variasi yang tidak dapat dilihat dari satu aspek saja, melainkan perlu dilihat dari aspek penyerta lainnya. Salah satunya adalah aspek “Mengapa”. Aspek “Mengapa” dalam bahasa khususnya media pemberitaan kini menjadi sasaran mengapa hal sedemikian dapat muncul di masyarakat, salah satunya adalah berita palsu (hoax).


Artikel penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini mengambil topik linguistik forensik yang didasarkan dari kejahatan berbahasa di media. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan bentuk kejahatan berbahasa apa saja yang terdapat pada penyebaran berita palsu (hoax) dalam pemberitaan “Sertifikat Vaksin Resmi Tanpa Vaksinasi” dan (2) mendeskripsikan aspek sudut pandang komprehensif dan kebermanfaatannya di masyarakat. Data pada penelitian ini adalah bentuk kejahatan berbahasa aspek pencemaran nama baik dan kriminalitas pada berita atau foto yang beredar seputar pemberitaan “Sertifikat Vaksin Resmi Tanpa Vaksinasi”.


Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah media online yang memberitakan adanya berita palsu (hoax) seputar “Sertifikat Vaksin Resmi Tanpa Vaksinasi”. Jenis teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca markah (baca-catat). Teknik ini digunakan peneliti untuk memilah dan memilih data yang sesuai dengan topiknya. Teknik penganalisisan data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian data. Hasil pada penelitian ini ditemukan bahwa dengan adanya media yang semakin luas macam dan pembahasannya, berita tersebut dapat menjadi pemberitaan yang simpang-siur dan berkemungkinan menjadi berita palsu (hoax), mengingat bahasa dan masyarakat tidak dapat dilihat dari satu aspek saja. Sehingga dengan adanya berita yang beredar itulah, dapat mengakibatkan pencemaran nama baik dan kriminalitas bagi pihak-pihak yang bersangkutan atau pihak yang merasa dirugikan.


Kata kunci: Berita palsu, kejahatan berbahasa, pencemaran nama baik, kriminalitas, linguistik forensik

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

##submission.howToCite##
KHOIRUNNISA, Krismonika; KULSUM, Umi; ROESMIATI, Dian. Language Crime: Potential Defamation and Criminality in Fake News From a Forensic Linguistic Perspective. Jurnal Iswara : Jurnal Kajian Bahasa, Budaya, dan Sastra Indonesia, [S.l.], v. 3, n. 2, p. 100-107, dec. 2023. ISSN 2961-8045. Tersedia pada: <https://jos.unsoed.ac.id/index.php/iswara/article/view/9107>. Tanggal Akses: 31 aug. 2025 doi: https://doi.org/10.20884/1.iswara.2023.3.2.9107.
Bagian
Articles