Budaya Literasi Anak sebagai Modal Sosial Dalam Pembangunan Desa Wonosari, Yogyakarta
Main Article Content
Abstract
Pengembangan budaya literasi anak di Desa Wonosari menjadi modal sosial utama dalam pembangunan desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya pengembangan literasi di desa tersebut, mengingat skor literasi membaca Indonesia yang masih rendah berdasarkan studi PISA 2022. Desa Wonosari, yang memiliki populasi anak usia sekolah cukup besar dan lembaga pendidikan yang memadai, menjadi studi kasus yang menarik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan, dan mengaplikasikan teori habitus Pierre Bourdieu untuk memahami bagaimana kebiasaan literasi dapat terbentuk melalui pengalaman sosial dan program kerja yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program KKN seperti "Kunjungan Literasi ke Sekolah" dan "Gebyar Literasi" berhasil menumbuhkan minat baca dan kemampuan berbahasa pada anak. Meskipun Desa Wonosari memiliki fasilitas pendukung seperti perpustakaan desa yang memadai, masih ada tantangan terkait optimalisasi pemanfaatan fasilitas dan ketersediaan pengelola yang kurang. Oleh karena itu, penanaman habitus literasi sejak dini dan kolaborasi antara berbagai pihak, seperti pemerintah desa, lembaga pendidikan, dan keluarga, sangat penting untuk menciptakan generasi muda yang cerdas, kritis, dan adaptif, serta mendukung pembangunan desa berkelanjutan.