Eksistensi Tari Lengger dalam Dinamika Budaya Lokal Banyumas

Main Article Content

Aulia Qolbu Ghoefira Alya Martzalyanti Baruna Wahyudi Putri

Abstract

Penelitian ini mengkaji eksistensi Tari Lengger dalam konteks dinamika budaya lokal masyarakat Banyumas, Jawa Tengah. Tari Lengger tidak hanya hadir sebagai seni pertunjukan tradisional, tetapi juga merepresentasikan nilai-nilai filosofis seperti keseimbangan gender, spiritualitas, keharmonisan sosial, dan rasa syukur. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif-eksploratif dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi di dua sanggar aktif, yaitu Graha Mustika dan Gading Kusuma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Tari Lengger menghadapi tantangan berupa stereotip gender, pergeseran fungsi dari ritual ke hiburan, dan minimnya regenerasi seniman muda, komunitas seni tetap adaptif melalui inovasi-inovasi kontemporer dan pendekatan edukatif. Strategi pelestarian juga didukung oleh Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan melalui empat aspek utama: pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan. Peran generasi muda sangat vital dalam keberlanjutan Tari Lengger sebagai warisan budaya hidup. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelestarian Tari Lengger tidak hanya memerlukan pewarisan teknik, tetapi juga internalisasi nilai-nilai yang melekat dalam tradisi tersebut agar tetap relevan di tengah tantangan modernisasi.

Article Details

How to Cite
GHOEFIRA, Aulia Qolbu; MARTZALYANTI, Alya; PUTRI, Baruna Wahyudi. Eksistensi Tari Lengger dalam Dinamika Budaya Lokal Banyumas. Jurnal Iswara : Jurnal Kajian Bahasa, Budaya, dan Sastra Indonesia, [S.l.], v. 5, n. 2, p. 136-150, dec. 2025. ISSN 2961-8045. Available at: <https://jos.unsoed.ac.id/index.php/iswara/article/view/16471>. Date accessed: 08 jan. 2026. doi: https://doi.org/10.20884/1.iswara.2025.5.2.16471.
Section
Articles