Abstrak: Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini mendampingi UMKM Bandeng Birendra (Semarang) untuk memperkuat daya saing melalui digitalisasi pencatatan, peningkatan efisiensi produksi, penguatan branding, dan optimalisasi pemasaran digital. Pendampingan empat bulan (Sept–Des 2025) menggunakan pendekatan partisipatif berbasis kebutuhan melalui asesmen, pelatihan, implementasi, serta monitoring–evaluasi. Intervensi meliputi pencatatan stok–penjualan berbasis spreadsheet dan Loyverse POS, penerapan teknologi tepat guna (vacuum sealer dan freezer) untuk memperpanjang umur simpan, pembaruan identitas merek dan kemasan, serta aktivasi Instagram–TikTok dan integrasi Seller Center dengan TikTok Shop/Tokopedia. Hasil awal menunjukkan peningkatan visibilitas (rata-rata 3.256 penayangan/konten), konversi transaksi marketplace (GMV Rp237.000; laba Rp109.850), serta legalitas usaha melalui penerbitan NIB dan proses sertifikasi halal. Model pendampingan terpadu ini relevan untuk UMKM pangan lokal yang ingin bertransformasi digital.