Peningkatan Kualitas Pupuk Kompos di TPST ‘Gawa Berkah’ Sokaraja Kulon Melalui Aplikasi Teknologi Trichoderma spp. Indigenous Sebagai Agen Dekomposer
Improving Compost Quality at the 'Gawa Berkah' Sokaraja Kulon TPST Through the Application of Indigenous Trichoderma spp. Technology as a Decomposer Agent
Abstract
Pengelolaan sampah organik di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Sokaraja Kulon telah memanfaatkan teknologi maggot (Hermetia illucens) dan fermentasi mikroba (bakteri dan yeast) untuk menghasilkan pupuk. Namun, aplikasi pupuk tersebut di lapangan menyebabkan tanaman mati akibat ketidakmampuan mempertahankan diri dari serangan pathogen tanaman. Gejala penyakit yang seringkali muncul adalah layu, daun menguning maupun munculnya bercak daun. Fungi antagonis Trichoderma spp yang berpotensi sebagai fungi antagonis dan juga dekomposer telah didapatkan dari tempat pengolahan sampah. Oleh karenanya, solusi menggunakan fungi tersebut menjadi pendekatan inovatif untuk meningkatkan kualitas pupuk. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan memberdayakan pengelola TPST untuk memproduksi pupuk organik sendiri dengan teknologi aplikasi Trichoderma spp. Melalui sosialisasi, pelatihan, dan demonstrasi, program ini mengedukasi para pelaksana TPST tentang cara memanfaatkan fungi dekomposer dan antagonis sebagai komponen penting dalam proses dekomposisi limbah organik. Kegiatan ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan partisipatif, yang melibatkan observasi, wawancara mendalam, dan penyebaran kuesioner untuk memahami permasalahan serta kebutuhan mitra. Pelatihan dilakukan dengan simulasi pengolahan sampah menggunakan Trichoderma spp, diikuti dengan evaluasi untuk mengukur keberhasilan implementasi teknologi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasilnya menunjukkan bahwa kompos yang dihasilkan di TPST ‘Gawa Berkah’ ketika digunakan untuk budidaya, tanaman tumbuh dengan baik dan sehat
References
Harman, G. E., Howell, C. R., Viterbo, A., Chet, I., & Lorito, M. 2004. Trichoderma species—opportunistic, avirulent plant symbionts. Nature Reviews Microbiology, 2(1), 43–56.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2022. Statistik Pengelolaan Sampah Nasional. Jakarta: KLHK.
Karoba. F, Suryani, & Nurjasmi, N. 2015. Pengaruh perbedaan pHterhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan (Brassica oleraceae) system hidroponik NFT (Nutrient Film Technique). Jurnal Ilmiah Respati Pertanian, 7(2):529-534.
Pandey, A. K., Das, S., & Prakash, S. 2016. Management of Gemini virus transmitted by whitefly (Bemisia tabaci) using plant and fungal-based formulations. Journal of Plant Pathology, 98(2), 261– 269.
Muljowati, J.S, Oedjidjono, Dewi, R.S, Mariana, A, and Chemeltorit, P. 2025. Exploration and morphological characterization of Trichoderma spp from organic waste at TPST Rempoah -Baturraden, Banyumas Regency. E3S web of Conference 609, 01003.
Tirole, L. L., Toledo, J. D., & Santiago, L. A. 2019. Black Soldier Fly Larvae as Protein Source in Animal Feed: A Review. Asian Journal of Agriculture and Food Sciences, 7(5), 143–151.
Utami. W.P, Syam. N, H.S. Suriyanti. 2023. Perbanyakan jamur Trichoderma sp. pada beberapa jenis media tumbuh dengan metode terbuka dan tertutup. Jurnal Agrotekmas, 4(1):111-118.
Widarti,B.N, Wardhini, W.K, Sarwono, E. 2015. Pengaruh rasio C/N bahan baku pada pembuatan kompos dari kubis dan kulit pisang. Jurnal Integrasi Proses, 5(2):75-80.





