Inventarisasi dan Identifikasi Penyakit Akibat Jamur pada Tanaman Jambu Air Varietas Citra Di Desa Kajongan dan Cipawon, Kabupaten Purbalingga

  • Reyhan Pradhana Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman
  • Suwarto Suwarto Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman
  • Etik Wukir Tini Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman
  • Woro Sri Suharti Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.20884/agronomika.v21i2.6758

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk inventarisasi dan identifikasi penyakit yang disebabkan oeh jamur serta mengetahui intensitas penyakit tersebut pada tanaman jambu air Citra di Desa Kajongan dan Cipawon, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Penelitian dilaksanakan melalui survei pengamatan gejala penyakit di lapang, dilanjutkan identifikasi patogen di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilaksanakan dari bulan Oktober 2020 sampai Maret 2021. Survei dilakukan untuk mengamati gejala penyakit di lapangan, penyebab penyakit, dan kondisi umum di wilayah pengamatan. Metode pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Sampel yang diperoleh diidentifikasi menurut pustaka yang sesuai dengan hasil identifikasi. Variabel yang diamati adalah kondisi pertanaman, suhu dan kelembaban udara, gejala penyakit, kejadian penyakit, intensitas penyakit, dan morfologi patogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit yang ada di lokasi penelitian adalah embun jelaga yang disebabkan oleh Capnodium sp. dan antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum sp. Penyakit embun jelaga ditandai dengan terbentuknya lapisan hitam pada permukaan daun. Identifikasi mikroskopis patogen penyebab embun jelaga menunjukkan adanya konidiomata yang khas dan hifa bersepta. Identifikasi mikroskopis patogen penyebab antraknosa ditunjukkan dengan adanya konidia berbentuk silinder, hifa bersepta dan bercabang, serta aservulus. Intensitas penyakit cendawan jelaga di dua lokasi pengamatan tergolong sedang, sedangkan intensitas penyakit antraknosa di dua lokasi pengamatan sangat rendah.

Referensi

Abdollahzadeh, J., Groenewald, J.Z., Coetze, M.P.A., Wingfield, M.J., & Crous, P.W. 2020. Evolution of lifestyles in Capnodiales. Studies in Mycology Journal, 95(1): 381-414.
Agrios, G.N. 2005. Plant Pathology 5th Edition. Elsevier Academic Press, New York.
Anggraeni, I., Suharti, M., & Asmaliyah. 2000. Inventarisasi, identifikasi, dan presentase serangan hama dan penyakit di areal bekas alang-alang di Nanga Pinoh, Kalimantan Barat. Buletin Penelitian Hutan, 620: 17-35.
Arun, K., Janeeshma, Job, J., & Puthur, J.T. 2021. Physiochemical responses in coconut leaves infected by spiraling whitefly and the associated sooty mold formation. Acta Physiologiae Plantarum, 43(41): 1-13.
Barnett, H.L. & Hunter, B.B. 2006. Ilustrated Genera of Imperfect Fungi 4th Edition. American Phytopatological Society, Minnesota.
Bedimo, J.A.M., Cilas, C., Notteghem, J.L., & Bieysse, D. 2012. Effect of temperatures and rainfall variations on the development of coffee berry disease caused by Colletotrichum kahawae. Crop Protection Journal, 31(1): 125-131.
Chonmuti, P., Schoch, C.L., Aguirre-Hudson, B., Ko-Ko, T.W., Hongsanan, S., Jones, E.B.G., Kodsueb, R., Phookamsak, R., Chukeatirote, E., Bahkali, A.H., & Hyde. K.D. 2011. Capnodiaceae. Fungal Diversity Journal, 51(1): 103-134.
Dani, B.Y.D., Wahidah, B.F., & Syaifudin, A. 2019. Etnobotani tanaman kelor (Moringa oleifera Lam.) di Desa Kedungbulus Gembong Pati. Al-Hayyat: Journal of Biology and Applied Biology, 2(2): 44-52.
Dickman, M.W. 1993. The Fungi. Academic Press, New York.
Hongsanan, S., Tian, Q., Hyde, K.D., & Chomnuti, P. 2015. Two new species of sooty moulds, Capnodium coffeicola and Conidiocarpus plumeriae in Capnodiacceae. Mycosphere Journal, 6(6): 814-824.
Ningtyas, I.R., Efri, & Aeny, T.N. 2013. Pengaruh berbagai tingkat fraksi ekstrak daun sirih (Piper betle L.) dan daun babadotan (Ageratum conyzoides) terhadap Colletotrichum capsici penyebab penyakit antraknosa pada cabai (Capsicum annum L.) secara in vitro. Jurnal Agrotek Tropika, 1(3): 320-324.
Pandey, A., Yadava, L.P., Manoharan, M., Chauhan, U.K., & Pandey, B.K. 2012. Effectiveness of cultural parameters on the growth sporulation of Colletotrichum gloesporioides causing antrachnose disease of mango (Magnifera indica L.). Journal of Biological Science, 12(4): 123-133.
Piay, S.S., Tyasdjaja, A., Ermawati, Y., & Hantoro, F.R.P. 2010. Budidaya dan Pascapanen Cabai Merah (Capsicum annum L.). Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah, Ungaran.
Priyadarshanie, H.K.R. & Vengadaramana, A. 2015. Some preliminary studies of Colletotrichum musae associated with banana antrachnose disease in Jaffna District, Sri Lanka. Universal Journal of Agriculture Research, 3(6): 197-202.
Purwandari, K. 2015. Hama dan Penyakit Jambu Air (Syzygium samarangense (Blume) Merr. & L.M. Perry) di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Skripsi. Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Rusbana, T.B., Saylendra, A., & Djumantara, R. 2016. Inventarisasi hama dan penyakit yang berasosiasi pada talas beneng (Xanthomonas undipes K. Koch) di kawasan Gunung Karang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Jurnal Agroekotek, 8(1): 1-6.
Semangun, H. 1994. Penyakit-Penyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Seo, Y.C., Choi, W.Y., Lee, C.G., Cho, J.S., Yim, T.B., Jeong, M.H., Kim, S.I., Yoon, W.B., & Lee, H.Y. 2011. Effect of solubility of thiamine dilauryl sulfate solution through the manufacture of the nano particles on antifungal activity. Korean Journal of Medicinal Crop Science, 19(6): 464-471.
Sibuea, M.S., Thamrin, M., & Tarigan, J. 2013. Kajian efisiensi pemasaran jambu air king rose apple. Jurnal Agrium, 18(2): 162-168.
Soesanto, L. 2006. Penyakit Pascapanen Sebuah Pengantar. Kanisius, Yogyakarta.
Suwandi. 2003. Peledakan penyakit karat merah alga pada tanaman gambir (Uncaria gambir) di Babat Tomat, Sumatera Selatan. Pest Tropical Journal, 1(1): 6-10.
Suharti, T. & Kurniaty, R. 2013. Inventarisasi penyakit daun pada bibit di stasiun penelitian nagrak. Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan. 1(1): 51-59.
Wang, Q.H., Fan, K., Li, D.W., Han, C.M., Qu, Y.Y., Qi, Y.K., & Wu, X.Q. 2020. Identification, virulence, and fungicide sensitivity of Colletotrichum gloeosporioides s.s. responsible for walnut antrachnose disease in China. Plant Disease Journal, 104(5): 1358-1368.
Watanabe, T. 2002. Pictorial Atlas of Soil and Seed Fungi: Morphologies of Cultured Fungi and Key to Species 2nd Edition. CRC Press, New York.
Webster, J. & Weber, R. 2007. Introduction to Fungi 3rd Edition. Cambridge University Press, Cambridge.
Diterbitkan
2022-10-31
##submission.howToCite##
PRADHANA, Reyhan et al. Inventarisasi dan Identifikasi Penyakit Akibat Jamur pada Tanaman Jambu Air Varietas Citra Di Desa Kajongan dan Cipawon, Kabupaten Purbalingga. Agronomika: Jurnal Budidaya Pertanian Berkelanjutan, [S.l.], v. 21, n. 2, p. 19-26, oct. 2022. ISSN 2829-128X. Tersedia pada: <https://jos.unsoed.ac.id/index.php/agro/article/view/6758>. Tanggal Akses: 18 may 2024 doi: https://doi.org/10.20884/agronomika.v21i2.6758.
Bagian
Articles

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##

##plugins.generic.recommendByAuthor.noMetric##