PENGARUH PELATIHAN PENGEMBANGAN POSYANDU MELALUI TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) TERHADAP PENGETAHUAN KADER KESEHATAN

  • Erza Genatrika Universitas Muhammadiyah Purwokerto
  • Elza Sundhani
  • Dwi Hartanti

Abstract

Perkembangan strata posyandu yang lambat dapat menjadi penghambat penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Masih sedikitnya jumlah posyandu mandiri saat ini menunjukkan belum optimalnya kinerja posyandu. Strata posyandu mandiri di Indonesia (tahun 2004) yakni hanya sekitar 2,91%. Hal ini tampak di Desa Sidabowa, posyandu mandiri hanya sekitar 9,09% (1 dari 11 posyandu). Salah satu faktor dominan yang mempengaruhi kondisi tersebut adalah peran kader kesehatan. Kader kesehatan sebagai pendamping masyarakat harus memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan kader mengenai strata posyandu dan tanaman obat keluarga (TOGA). Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment design. Sampel dalam penelitian ini adalah kader kesehatan yang mengikuti pelatihan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pendidikan melalui pelatihan efektif dalam peningkatan pengetahuan kader (p<0,05). 


Kata kunci: Kader, TOGA, posyandu, sidabowa 

Published
2018-07-30
How to Cite
GENATRIKA, Erza; SUNDHANI, Elza; HARTANTI, Dwi. PENGARUH PELATIHAN PENGEMBANGAN POSYANDU MELALUI TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) TERHADAP PENGETAHUAN KADER KESEHATAN. Kesmas Indonesia, [S.l.], v. 10, n. 2, p. 163-171, july 2018. ISSN 2579-5414. Available at: <http://jos.unsoed.ac.id/index.php/kesmasindo/article/view/1137>. Date accessed: 21 apr. 2019. doi: https://doi.org/10.20884/1.ki.2018.10.2.1137.

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.