TRAGEDI PEMBUNUHAN GERAKAN CIVIL SOCIETY

RASIONALITAS KEHANCURAN ASOSIASI KORBAN LUMPUR DI INDONESIA

  • Rachmad Gustomy Universitas Brawijaya

Abstract

Peristiwa semburan lumpur panas di Sidoarjo adalah tenggelamnya 4 desa, dengan sedikitnys 12.000 keluarga, yang dituduhkan dilakukan oleh PT Lapindo Brantas. Masyarakat pada awalnya membentuk asosiasi korban lumpur sebagai upaya untuk menggalang kekuatan untuk meminta ganti rugi, namun semakin lama gerakan ini semakin terpecah dan 4 tahun kemudian lenyap menjadi individu-individu. Padahal tujuan belum tercapai, masih banyak korban lumpur yang belum mendapat pelunasan pembayaran, padahal ketika terpecah mereka menjadi semakin lemah dalam memperjuangkan haknya. Pertanyaannya artikel ini adalah, bagaimana rasionalitas di balik perpecahan itu terjadi dan apa konstruksi nalar yang melatarbelakanginya? Pendekatan yang digunakan adalah model kualitatif dari rational choice dalam konteks pengambilan keputusan multi agen. Penjelasan ini terikat oleh batasan rasionaltas pembentuknya (bounded rationality), yaitu bencana dan kebijakan yang diambil. Temuannya bahwa mekanisme transaksi yang dipakai membuat ‘komunitas besar’ warga korban lumpur terpecah dari komunitas menjadi individu. Penyebabnya adalah karena struktur pasca Orde Baru yang melahirkan politik liberal, mengkondisikan pilihan rasional masyarakat kedalam pola transaksional, yang pada akhirnya menggeser relasi ‘intimitas’ masyarakat dari komunitas menjadi individual.

Published
2017-07-28
How to Cite
GUSTOMY, Rachmad. TRAGEDI PEMBUNUHAN GERAKAN CIVIL SOCIETY. JUSS (Jurnal Sosial Soedirman), [S.l.], v. 1, n. 1, p. 60-86, july 2017. ISSN 2581-0316. Available at: <http://jos.unsoed.ac.id/index.php/juss/article/view/391>. Date accessed: 17 jan. 2018.
Section
Articles