SEKOLAH KARTINI DAN VAN DEVENTER: PELOPOR SEKOLAH PEREMPUAN DI SEMARANG PADA MASA KOLONIAL

  • retnaningtyas dwi hapsari undip

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil dari sebuah penelitian sejarah oleh sebab itu metode dalam penelitian ini menggunakan metode sejarah yang bertumpu ke dalam empat bagian yaitu heuristik, kritik, interpretasi, historiografi. Penelitian sejarah ini mengenai aktivitas pendidikan yang dilakukan oleh dua sekolah perempuan di Semarang yaitu Sekolah Kartini dan Van Deventer. Kedua sekolah tersebut merupakan milik dari Yayasan Kartini yaitu sebuah yayasan sosial yang bergerak dalam bidang pendidikan khusus perempuan. Pola pendidikan yang dilakukan oleh yayasan ini terinspirasi dari pemikiran-pemikiran seorang perempuan Jawa yang bernama Raden Ajeng Kartini. Berbagai pemikiran beliau merupakan gambaran dari keadaan pribumi khususnya perempuan Jawa yang saat itu hidup menderita karena disebabkan tidak memiliki pendidikan. Tidak adanya pendidikan membuat perempuan Jawa memiliki harga tawar yang rendah baik di mata suami maupun masyarakat.

Published
2017-03-13
How to Cite
HAPSARI, retnaningtyas dwi. SEKOLAH KARTINI DAN VAN DEVENTER: PELOPOR SEKOLAH PEREMPUAN DI SEMARANG PADA MASA KOLONIAL. Jurnal Lingua Idea, [S.l.], v. 7, n. 1, p. 73-89, mar. 2017. ISSN 2580-1066. Available at: <http://jos.unsoed.ac.id/index.php/jli/article/view/335>. Date accessed: 14 july 2020.
Section
Articles