Favoritisme pada Drama Korea Melancholia

  • Cantika Dinon Prameswari Program Studi S-1 Sosiologi, Universitas Jenderal Soedirman
  • Hariyadi hariyadi Jurusan Sosiologi Fisip Unsoed
  • Muslihudin Muslihudin Jurusan Sosiologi Fisip Unsoed

Abstract

Drama Korea merupakan salah satu produk budaya populer yang digemari di Indonesia. Tayangan ini memiliki genre yang bervariasi. Salah satunya adalah Melancholia. Drama Korea Melanchola ditayangkan oleh tvN pada tahun 2021, dan bercerita tentang favoritisme di sekolah bergengsi. Perlakuan istimewa diberikan berdasarkan karakteristik pribadi orang yang memiliki kendali. Fasilitas eksklusif hanya diberikan pada siswa tertentu, karena penilaian terhadap seseorang dilihat dari latar belakang sosial yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi favoritisme pada drama Korea Melancholia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis semiotika Peirce. Hasil penelitian menunjukkan bahwa favoritisme disebabkan oleh perbedaan kelas sosial di masyarakat. Keberadaan perilaku istimewa mengakibatkan pengutamaan kepentingan dari kelompok yang disukai, dan ketidaksetaraan terhadap pemberian fasilitas di sekolah. Bentuk favoritisme pada drama ini adalah kesepakatan untuk memenuhi kepentingan pribadi, kecurangan terhadap nilai ujian, penentuan wakil sekolah berdasarkan relasi khusus, dan penerimaan siswa berdasarkan koneksi.


Kata kunci: drama korea Melancholia, favoritisme, ketidaksetaraan, semiotika Peirce

References

Anwar, M. S. (2022). Ketimpangan Aksesibilitas Pendidikan dalam Perspektif Pendidikan Multikultural. Foundasia, 13(1), 1-15. doi:10.21831/foundasia.v13i1.47444.

Banks, J. (2012). Enclyclopedia of Diversity in Education: Social Class and Education. Los Angeles: Sage reference.
Cizek, G. J. (2006). Handbook of the Teaching of Psychology. In Bukist, & Davist (Eds.), Preventing, Detecting, and Adressing Academic Dishonesty (pp. 238-243). Blackwell.

Dovidio, J. F., & Hebl, M. R. (2005). Discrimination at the Level of the Individual: Cognitive and Affective Factors. In R. L. Dipboye, & A. Colella (Eds.), Discrimination at Work. Mahwah, New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates.

Hartanto, D. (2012). Bimbingan dan Konseling Menyontek: Mengungkap Akar Masalah dan Solusinya. Jakarta: Indeks.

Hill, D. (1999). Social Class and Education. In D. Matheson, & G. I (Eds.), An Introduction to the Study of Education (pp. 84-102). London: David Fulton.

Kamarullah. (2017). Pendidikan Matematika di Sekolah Kita. Al-Khawarizmi: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika, 1(1), 21-32. doi:10.22373/jppm.v1i1.1729.

Kaufman, S. B. (2019). In-Group Favoritism Is Difficult to Change, Even When the Social Groups Are Meaningless. Retrieved from Scientific American: https://blogs.scientificamerican.com/beautiful-minds/in-group-favoritism-is-difficult-to-change-even-when-the-social-groups-are-meaningless/

Martiningsih, D. (2017). Peran Masyarakat Madani Mewujudkan Clean Government (Pemerintahan yang Bebas Korupsi Kolusi dan Nepotisme). Pusaka, 5(2), 201-218. doi:10.31969/pusaka.v5i2.180.

Nazir, M. (2014). Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.

Nikolopoulou, K. (2023, March 6). What is Ingroup Bias? | Definition & Examples. Retrieved from Scribbr: https://www-scribbr-com/research-bias/ingroup-bias/

Nurudin. (2004). Komunikasi Massa. Malang: Cespur.

Nuryatno, M. A. (2008). Mazhab Pendidikan Kritis. Yogyakarta: Resist Book. Yogyakarta: Resist Book.

Pawito. (2014). Meneliti Ideologi Media : Catatan Singkat." Profetik. Profetik, 7(1), 5-14. Retrieved from https://ejournal.uin-suka.ac.id/isoshum/profetik/article/view/1111

Putri, I. P., Liany, F. D., & Nuraeni, R. (2019). K-Drama dan Penyebaran Korean Wave di Indonesia. ProTVF, 3(1), 68-80. doi:10.24198/ptvf.v3i1.20940.

Salong, A. (2018). Perilaku Kecurangan Akademik Mahasiswa dalam Proses Perkuliahan (Studi Kasus Mahasiswa Konsentrasi Akuntansi Angkatan 2014 dan 2015 FKIP Ekonomi). Jurnal Pedagogika dan Dinamika Pendidikan, 6(2), 93-106. doi:10.30598/pedagogikavol6issue2page93-106 .

Sanghyeob, K. (2021). Melancholia. tvN.

Si-jin, L. (2021). Director Hopes Viewers See ‘Melancholia’ as Beautiful Story about Math. Retrieved from Korea Herald: http://www.koreaherald.com/view.php?ud=20211103000775.

Sinta, T. D., & Wahyuni, B. D. (2022). Kesenjangan Sosial dalam Mengakses Pendidikan di Indonesia. Edukasia Multikultura, 4(1), 11-28. Retrieved from https://ejournal.iainbengkulu.ac.id/index.php/multikultura/article/view/9495/0

Sudjiman, P., & Zoest, A. V. (1996). Serba-Serbi Semiotika. Jakarta : Gramedia.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: CV Alfabeta.

Topan, D. A., & Ernungtyas, N. F. (2020). Preferensi Menonton Drama Korea pada Remaja. Pustaka Komunikasi, 3(1), 37-48. Retrieved from https://journal.moestopo.ac.id/index.php/pustakom/article/view/974/561.

Zubaedi. (2013). Desain Pendidikan Karakter. Jakarta: Kencana.
Published
2023-07-21
How to Cite
PRAMESWARI, Cantika Dinon; HARIYADI, Hariyadi; MUSLIHUDIN, Muslihudin. Favoritisme pada Drama Korea Melancholia. Jurnal Interaksi Sosiologi, [S.l.], v. 3, n. 1, p. 66-86, july 2023. ISSN 1412-7229. Available at: <http://jos.unsoed.ac.id/index.php/jis/article/view/9261>. Date accessed: 17 apr. 2024.
Section
Jurnal Interaksi Volume 3 Nomor 1 2023