GAMBARAN KADAR ALKOHOL DARAH PADA KORBAN MENINGGAL DENGAN KASUS KECELAKAAN LALU LINTAS YANG MASUK KE INSTALASI KEDOKTERAN FORENSIK RSUP SANGLAH DENPASAR

  • Luh Gede Sarita Giovanni Indonesian

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan hal yang tidak dapat diprediksi, yang memiliki arti bahwa kecelakaan lalu lintas terjadi tiba-tiba. Namun kecelakaan lalu lintas terjadi karena memiliki suatu sebab.Sebab terjadinya kecelakaan dapat berupa kelalaian, ketidaksadaran, konsumsi obat dan zat tertentuatau kombinasi faktor sehingga menyebabkan trauma, cedera, kerugian, terhambatnya suatu kegiatan, kerusakan, dan kematian. Berdasarkan data WHO (2015), kecelakaan menduduki peringkat kesepuluh sebagai penyebab kematian di dunia dengan jumlah 1.342.365 orang.Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui gambaran kejadian kecelakaan lalu lintas dengan kadar alkohol darah pada korban meninggal yang dibawah ke Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah Denpasar periode Juli - September 2019.


Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pembahasan hasil secara deskriptif. Sampel yang terlibat sebanyak 10 jenazah kecelakaan lalu lintas yang meninggal di lokasi kejadian atau meninggal tidak lebih dari 24 jam setelah kecelakaan lalu lintas terjadi.


Berdasarkan penelitian ini, diperoleh proporsi korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas paling banyak terjadi pada laki-laki (90%), usia 45-65 tahun (40%) dan seluruhnya merupakan pengendara sepeda motor (100%). Dengan hasil kadar alkohol darah 50% positif mengandung alkohol berupa etanol, dan 50% tidak terdeteksi mengandung alkohol pada analisis darah.

Published
2020-05-06
How to Cite
GIOVANNI, Luh Gede Sarita. GAMBARAN KADAR ALKOHOL DARAH PADA KORBAN MENINGGAL DENGAN KASUS KECELAKAAN LALU LINTAS YANG MASUK KE INSTALASI KEDOKTERAN FORENSIK RSUP SANGLAH DENPASAR. Jurnal Forensik dan Medikolegal Indonesia, [S.l.], v. 1, n. 2, p. 43-49, may 2020. ISSN 2656-2391. Available at: <http://jos.unsoed.ac.id/index.php/jfmi/article/view/2294>. Date accessed: 07 july 2020.