Pengaruh Perbedaan Jenis Kelamin dengan Jumlah Densitas Alur Sidik Jari dan White Lines pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Udayana Angkatan 2016 – 2018

  • Leonardo Wiranata Soesilopranoto Universitas Udayana
  • Dudut Rustyadi
  • Ida Bagus Putu Alit

Abstract

Identifikasi  forensik  atau  identifikasi  personal  merupakan  upaya  yang dilakukan  pihak  penyidik  untuk  menentukan identitas  dan  ciri-ciri  seseorang termasuk  jenis  kelamin.  Identifikasi  jenis  kelamin  merupakan  langkah  yang penting  untuk  mempersempit  kemungkinan  tersangka  kasus.  Sidik  jari  adalah metode  identifikasi  yang  memiliki  tingkat  keakuratan  yang  paling  tinggi.  Sidik  jari  dapat  memberikan  profil  identifikasi  lain yang  penting  seperti  ras,  golongan  darah,  dan  jenis  kelamin  akan  tetapi membutuhkan  waktu  yang  lama  dan  proses  yang  susah.  Terdapat  metode  yang mudah  dan  cepat  untuk  mengidentifikasi  yaitu  melalui  jumlah  densitas  alur  sidik jari  dan  white  lines.  Kedua  hal  tersebut  dipengaruhi  oleh  banyak  hal seperti  ras,  usia,  indeks  massa  tubuh,  dsb.  Karena  itu  perlu  dilakukan  penelitian lebih  lanjut  untuk  melihat  apakah  terdapat  perbedaan  yang  signifikan  jumlah densitas  alur  sidik  jari  dan  white  lines  antara  kedua jenis  kelamin  pada  mahasiswa kedokteran  Universitas  Udayana  angkatan  2016-2018.  Penelitian  ini  bersifat observational analitik,  pengambilan  sampel  penelitian  menggunakan  metode stratified  random  sampling  dan  dilakukan  dalam  sekali  waktu  (cross-sectional). Terdapat  83  sampel  yang  berasal  dari  mahasiswa  Program  Studi  Sarjana Kedokteran  dan  Profesi  Dokter  di  Universitas  Udayana  angkatan  2016-2018. Sidik  jari  diambil  menggunakan  metode  ink,  lalu  diamati  menggunakan  kaca pembesar  untuk  menghitung  densitas  alur  sidik  jari  pada  ruang  hitung  dan  white lines.  Berdasarkan  hasil  analisis,  didapatkan  bahwa  terdapat  perbedaan  yang signifikan rata-rata  jumlah  densitas  alur  sidik  jari  pada  ketiga ruang  hitung  (p  = 0,001;  p  =  0,001;  p  =  0,0001)  dan  rata-rata  jumlah  white  lines  (p  =  0,029)  antar kedua jenis kelamin pada mahasiwa  Program  Studi  Sarjana  Kedokteran  dan  Profesi  Dokter  di  Universitas Udayana.  

Published
2020-05-05
How to Cite
SOESILOPRANOTO, Leonardo Wiranata; RUSTYADI, Dudut; ALIT, Ida Bagus Putu. Pengaruh Perbedaan Jenis Kelamin dengan Jumlah Densitas Alur Sidik Jari dan White Lines pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Udayana Angkatan 2016 – 2018. Jurnal Forensik dan Medikolegal Indonesia, [S.l.], v. 1, n. 2, p. 34-42, may 2020. ISSN 2656-2391. Available at: <http://jos.unsoed.ac.id/index.php/jfmi/article/view/2242>. Date accessed: 07 july 2020.