Efektivitas Penyerbukan Lebah Madu (Apis mellifera) pada Tanaman Stroberi (Fragaria x ananassa var Duch.) di Desa Serang, Purbalingga

  • Widy Retno Sari Unsoed
  • Imam Widhiono MZ Widhiono unsoed
  • Darsono Darsono

Abstract

Stroberi merupakan tanaman yang memiliki bunga hemaprodit, dimana dalam satu bunga terdapat satu pasang organ reproduktif (jantan dan betina). Tingkat kematangan organ reproduktif tersebut berbeda, sehingga peryerbukan pada bunga stroberi membutuhkan bantuan salah satunya adalah peranan dari serangga penyerbuk. Lebah madu dari jenis Apis mellifera merupakan serangga paling penting sebagai penyerbuk pada tanaman. Lebah madu dapat mengangkut serbuk sari dalam jumlah banyak dan berpengaruh terhadap jumlah produksi stroberi. Efektivitas penyerbukan serangga penyerbuk dapat dilihat dari jumlah biji dan bobot buah yang dihasilkan. Aktivitas dan efektivitas Apis mellifera dalam melakukan penyerbukan juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan diantaranya suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor lingkungan dengan aktivitas penyerbukan Apis melifera dan efektivitas penyerbukan Apis mellifera pada tanaman stroberi dalam meningkatkan bobot buah di desa Serang, Purbalingga. Penelitian dilakukan di lahan pertanian Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Metode penelitian menggunakan metode survai Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah waktu kunjungan lebah, lama kunjungan lebah, faktor lingkungan meliputi suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya. Adapun parameter yang diamati adalah bobot buah stroberi yang dihasilkan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Regresi-Korelasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa intesitas cahaya mempunyai korelasi paling tinggi (r = 0,668) terhadap bobot buah dan aktivitas penyerbukan (r = 0,768), hal ini disebabkan karena cahaya merupakan salah satu faktor lingkungan yang penting untuk mencari makanan. Efektivitas penyerbukan Apis mellifera pada tanaman stoberi pada aktivitas kunjungan yang tinggi menurunkan bobot buah stroberi.

References

Abou-Shaara, H.F., Al-Ghamdi A.A, 2012. Studies on Wings Symmetry and Honey BeeRraces Discrimination by Using Standard and Geometric Morphometrics. Biotechnol. Animal Husb 28(1): 575–584.

Atmowidjojo, A.H., Wheeler D.E., Erickson E.H., Cohen A.C. 1997. Temperature Tolerance and Water Balance in Feral and Domestic Honey Bees, Apis mellifera L. Compar. Biochem. Physiol 118(1): 1399–1403.

Fahem, M., Aslam M., Razaq M. 2004. Pollination Ecology With Spesial reference to Insect a Review. J. Res. Sci, 1(4): 395-409.

Gerling, D., Velthuis H.H.M., Hefetz A. 1989. Bionomics of the Large Carpenter Bee Xylocopa pubescens and its Implications for the Evolution of Sociality. Annu. Rev. Entomol 2(1): 123–128.

Gojmerac, W. L. 1983. Bee, Bee keeping, Honey and Pollination. Netherlands: Avi Westport.

Kasno., A.E Zainal H., Dedi S.E., Syaefudin. 2005. Efektivitas 3 Spesies Lebah Madu Sebagai Agen Polinasi Untuk Meningkatkan Produktivitas (>40%) Biji Jarak Pagar (Jatropha curcas) Pada Ekosistem Iklim Basah. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia 15(1): 25-33.

Klein AM, Vaissiere B, Cane J., SteffanDewenter I, Cunningham SA, Kremen C, & Tschranke T. 2007. Importance of crop pollinators in changing landscapes for worlds crops. Proceeding Royal Society London B, Biological Sciences 274: 303-313.

Lestari M.M., Imam W., Eming S. 2014. Keragaman Serangga Penyerbuk pada Tanaman Strawberry yang diselingi dengan Tanaman Boreria Laevicaulis. Scripta Biologica 1(2): 157-160.

Mardan M., dan Kevan P.G. 2002. Critical temperatures for survival of brood and adult workers of the giant honeybee, Apis dorsata (Hymenoptera: Apidae). Apidologie, 33(1): 295–301.

Mugniar. 2012. Lebah Aktor Penting yang Terancam Kolaps. Jakarta : (PEI) Perhimpunan Entomologi Indonesia

Muhamat., Hidayaturahmah., Anni N. Serangga-Serangga Pengunjung pada Tanaman Zodia (Evodia suaveolens). Pros Sem Masy Biodiv Indo 1(5): 1040-1044.

Nugroho, M. 1993. Inventarisasi dan pemanfaatan tanaman pakan lebah di kawasan gunung Arca Sukabumi. Skripsi. Fakultas Peternakan, Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Sarwono, B. 2001. Lebah Madu. Jakarta: Agro Media Pustaka.

Sihombing, D. T. H. 2005. Ilmu Ternak Lebah Madu. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Solihah, E. 2005. Aktivitas lebah madu Apis cerana dan Apis melifera dalam pengumpulan polen di desa bantarjaya kabupaten Bogor. Skripsi. Bogor: Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor.

Widhiono I., Eming S., & Eddy T.S. 2012. Potensi Lebah Dalam Peningkatan Produksi Buah Stawberry (Fragaria x ananassa). Jurnal Inovasi 6(2):163-168.

Winarno, F.G. 1981. Madu : Mafaat, Khasiat, dan Analisa. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pangan IPB.

Yao YF, Bera S, Wang YF, Li CS. 2006. Nectar and pollen sources for honeybee (Apis cerana cerana Fabr.) in Qinglan mangrove area, Hainan Island, China. Journal integrative plant Biology, 48(11): 1266-1273.
Published
2020-04-29
How to Cite
SARI, Widy Retno; WIDHIONO, Imam Widhiono MZ; DARSONO, Darsono. Efektivitas Penyerbukan Lebah Madu (Apis mellifera) pada Tanaman Stroberi (Fragaria x ananassa var Duch.) di Desa Serang, Purbalingga. BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed, [S.l.], v. 2, n. 1, p. 86-90, apr. 2020. ISSN 2714-8564. Available at: <http://jos.unsoed.ac.id/index.php/bioe/article/view/1917>. Date accessed: 30 may 2023. doi: https://doi.org/10.20884/1.bioe.2020.2.1.1917.
Section
Articles