Keanekaragaman Semut (Hymenoptera: Formicidae) di Kawasan Cagar Alam Bantarbolang Pemalang Jawa Tengah

  • Annisa Fadwa Rhodiyah Universitas Jenderal Soedirman
  • Darsono Darsono
  • Edy Riwidiharso

Abstract

Cagar Alam Bantarbolang, Pemalang, Jawa Tengah memiliki keanekaragaman yang tinggi baik itu flora maupun faunanya Salah satu indikator kestabilan ekosistem yang baik di suatu ekosistem hutan yaitu adanya keanekaragaman semut. Semut berperan penting dalam ekosistem terestrial sebagai predator, herbivor, detrivor, dan granivor. Semakin tinggi keanekaragaman semut, semakin tinggipula tingkat kesehatan hutan tersebut.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman, kemerataan, dan dominansi spesies semutdi Cagar Alam Bantarbolang, Pemalang, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik pengambilan sampel perangkap jebak (pitfall trap) denganukuranplot1 m x 1 m sebanyak 8 plot. Pada masing-masing plotdibuat 4 subplot untuk pemasangan pitfall trap yang berisi air gula.Semut diambil dari gelas plastik yang berukuran diameter 7,5 cm dan tinggi 10,5 cm yang ditanam setengah dari tinggi gelas plastik dari permukaan tanah, dipasang setiap minggu selama satu bulan kemudian didokumentasikan dan dilakukan identifikasi. Data yang didapat dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener dan Indeks dominansi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ditemukan 982 individu yang berasal dari 1 familia yang terbagi menjadi 4 subfamilia. Adapun tingkat keanekaragaman semut dari ordo Hymenoptera dan familia Formicidae yang ada diCagar Alam Bantarbolang, Pemalang, Jawa Tengah menunjukkan nilai indeks keragaman Shannon (H’) berkisar antara 1,394 - 1,855, indeks kemerataan Evenness (E) berkisar antara 0,448 - 0,7101, sedangkan dominasi Simpson (D) yaitu sebesar 0,6363 - 0,8125.


 

References

Agosti D., Majer, J., Alonso, L. E. & Schultz, T. 2000. Ants: StandardMethods forMeasuring and Monitoring Biodiversity. Washington: Smithsonian Institution Press.

Andersen AN. 2000. Global Ecology of Rainforest Ants: Functional Groups in Relation to Environmental Stress and Disturbance. In: Agosti D, Majer JD, Alonso LE, Schultz TR (Eds.), Ants: Standard Methods for Measuring and Monitoring Biodiversity. pp. 25–34. Washington: Smith sonian Institution Press.

Borror, D. C. A., Triplehorn. & N. Johnson. 1984. Pengenalan Serangga. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Hammond, P.M. 1992. “Species inventory,” in Global Biodiversity, Status of the Earth’s Living Resources. B. Groombridge. London: Chapman and Hall.

Haneda N.F, Yuniar N. 2015. Komunitas Semut (Hymenoptera: Formicidae) pada Empat Tipe Ekosistem yang Berbeda di Desa Bungku Provinsi Jambi. Jurnal Silvikultur Tropika, 6(2): 203-209.

Hashimoto, Y. 2003. Identification Guide To The Ant Subfamily of Borneo. Tools for Monitoring Soil Biodiversity in The ASEAN Region. Darwin Initiaive.

Hölldobler B, Wilson EO. 1990. TheAnts. Cambridge: Harvard University Press.

Indriyanto.2006. Ekologi Hutan. Jakarta: Bumi Aksara.

Jumar. 2000. Entomologi Pertanian. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Muliani., Rauzatul, J. & Sri, W. 2015. Keanekaragam Serangga pada Perdu di Kawasan Pegunungan Sawang Bau Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan. Jurnal Agroforestri: 179-180.

Odum, E. P. 1998. Dasar-Dasar Ekologi.Edisi ke-3. Terjemahan Samingan, T. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Pierre, E. M & Idris, A. H. J. 2013. Studies on the Predatory Activities of Oecophylla smaragdina (Hymenoptera: Formicidae) on Pteroma pendula (Lepidoptera: Psychidae) in Oil Palm Plantations in Teluk Intan, Perak (Malaysia). Journal Asian Myrmecology, 5(1): 163–176.

Riyanto. 2007. Kepadatan, Pola Distribusi dan Peranan Semut pada Tanaman di Sekitar Lingkungan Tempat Tinggal. Jurnal Penelitian Sains, 10(2): 241-253.

Shattuck, S. O. 2000. Australian AntsTheir Biology and Identification. Collingwood: CSIRO Public.

Soegianto, A. 1994. Ekologi Kuantitatif. Surabaya: Usaha Nasional.

Sutomo & Faradila. 2010. Efek Pembangunan Jalan Terhadap Komposisi dan Diversitas Vegetasi Pohon di Sebagian Kawasan Hutan Hujan Tropis Gunung Pohen Bali. Al-kauniyah Jurnal Biologi Lingkungan, 4: 1-8.

Wang C, Strazanac J& Butler L. 2000. Abundance, diversity, and activityof ants (Hymenoptera: Formicidae) in oak-dominated mixed appalachian forest treated with microbial pesticides. Environ Ecol, 29(3): 579-586.

Widhiono, I., Rizkita, D. P., Darsono, Edi, R., Slamet S. & Lucky, P. 2017. Short Communication:Ant (Hymenoptera: Formicidae) Diversity as Bioindicator of Agroecosystem Health in Northern Slope of Mount Slamet, Central Java, Indonesia. Biodiversitas, 18(4): 1475-1480.
Published
2020-04-29
How to Cite
RHODIYAH, Annisa Fadwa; DARSONO, Darsono; RIWIDIHARSO, Edy. Keanekaragaman Semut (Hymenoptera: Formicidae) di Kawasan Cagar Alam Bantarbolang Pemalang Jawa Tengah. BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed, [S.l.], v. 2, n. 1, p. 98-104, apr. 2020. ISSN 2714-8564. Available at: <http://jos.unsoed.ac.id/index.php/bioe/article/view/1764>. Date accessed: 20 apr. 2021. doi: https://doi.org/10.20884/1.bioe.2020.2.1.1764.
Section
Articles