Pengaruh Abu Sekam terhadap Pertumbuhan dan Ketahanan Tiga Varietas Padi Gogo Terinfeksi Rhizoctonia solani

Abstrak

Kebutuhan beras nasional selalu meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, namun produksinya masih belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satu kendala dalam budidaya tanaman padi adalah penyakit hawar pelepah daun yang disebabkan Rhizoctonia solani. Kehilangan hasil padi akibat penyakit hawar pelepah di Indonesia sebesar 20- 35%. Teknik pengendalian penyakit hawar pelepah padi dapat dilakukan melalui induksi ketahanan dengan menggunakan silika (Si). Salah satu sumber unsur Si adalah abu sekam dengan kandungan 40,62 % Si. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh pemberian abu sekam terhadap pertumbuhan tiga varietas padi gogo, dan 2) pengaruh pemberian abu sekam terhadap ketahanan tiga padi gogo yang terinfeksi R. solani. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni - Desember 2020 di Screenhouse, Laboratorium Perlindungan Tanaman, Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu pemberian dosis silika yang terdiri atas 3 macam taraf, yaitu P1= tanpa abu sekam, P2= abu sekam dosis 5,6 g/polybag, dan P3= abu sekam dosis 11,2 g/polybag. Faktor kedua yaitu varietas yang terdiri atas 3 macam varietas, yaitu V1= Situ Bagendit, V2= Inpago Unsoed 1, dan V3= Parimas. Variabel yang diamati yaitu masa inkubasi, intensitas penyakit, Area under disease progress curve (AUDPC), laju infeksi, kandungan saponin, kandungan tanin, kandungan fenol total, tebal epidermis, kerapatan stomata, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, panjang malai, bobot malai, bobot 100 biji, bobot basah tanaman dan bobot kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan pemberian Si dari abu sekam padi dosis 11,2 g/polybag mampu meningkatkan ketahanan tanaman padi terhadap patogen R. solani, yaitu mampu menekan masa inkubasi hingga 3,9 hari dan intensitas penyakit yang tergolong sedang yaitu 31,44%. Abu sekam padi mampu meningkatkan berbagai macam variabel pertumbuhan seperti jumlah anakan, bobot basah dan bobotkering tanaman serta mampu meningkatkan kandungan senyawa fenolik dan ketebalan epidermis daun padi. Meskipun demikian, perlakuan abu sekam dosis 5,6 dan 11,2 g/polybag belum mampu meningkatkan hasil tiga varietas padi gogo.

##submission.authorBiography##

##submission.authorWithAffiliation##

Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman

Referensi

Agrios, G. N. (2005). Ilmu penyakit tumbuhan. (Terjemahan Munzir Busnia). Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Arisanti, A. (2005). Adaptasi anatomis Phon Roof Garden (studi kasus: kondominium taman anggrek, Jakarta). Skripsi. Program Studi Arsitektur Lanskap Fakultas Pertanian IPB. Bogor.
BB Padi. (2013). Pemberian Hak PVT Inpago Unsoed 1. Publikasi 043/BR/PHP/11/2013. Dilihat pada Tanggal 21 Januari 2020. http://pvtpp.setjen.pertanian.go.id.
Birowo, A. T., D. Prabowo., & P. Djojonegoro. (1992). Perkebunan gula. Lembaga Pendidikan Perkebunan. Yogyakarta.
[BBPTP] Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. (2017). Varietas Inpago Unsoed 1. Dilihat pada tanggal 22 Desember 2020. Litbang.pertanian.go.id.
[BKP3] Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Aceh. (2009). Budidaya tanaman padi. Dilihat pada 21 Januari 2020. nad.litbang.pertanian.go.id.
[BPS] Badan Pusat Statistika. (2020). Luas panen, produksi, dan produktivitas padi menurut provinsi 2018-2020. Dilihat pada tanggal 21 Januari 2021. bps.go.id.
Dwijosapoetra. (1986). Pengantar fisiologi tumbuhan. Gramedia. Jakarta.
Dewi, A. Y., E. T. Susila Putra., & S. Trisnowati. (2014). Induksi ketahanan kekeringan delapan hibrida kelapa sawit (Elaesis guineensis jacq.) dengan silika. Vegetalika. 3, 1-13.
Dharmika, I Made. 2016. Pengaruh dosis dan waktu aplikasi pupuk silika terhadap petumbuhan, hasil, dan komponen hasil padi sawah varietas IPB 3S. Skripsi. Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Faizal, R., Soedradjad, R., & Soeparjono, S. (2017). Karakter fisiologis dan produksi padi ratun yang di aplikasi Synechococcus sp. dan pupuk organik. Jurnal Agritop. 15, 162-180.
Febriyanti, I. S., Jonatan G., & T. Irmansyah. (2013). Pertumbuhan dan produksi padi gogo varietas Situ Bagendit pada jarak tanam yang berbeda dan pemberian kompos jerami. Jurnal Online Agroteknologi. 2, 98-111.
Habibi, A., S. D. Nurcahyanti., & A. Majid. (2017). Pengaruh varietas dan dosis pupuk kalium terhadap perkembangan penyakit bulai (Peronosclerospora maydis Rac.Saw), pertumbuhan dan produksi jagung. J Agrotek Trop. 6, 68-75.
Hayati, O. D. P., E. Prihastanti., & E. D. Hastuti. (2019). Kombinasi pupuk nanosilika dan NPK untuk peningkatan pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays L. var pioneer 21). Jurnal Biologi Papua. 11, 94-102.
Iriany, R. N. M., H. G. Yasin., & A. T. M. Asal. (2006). Sejarah, evolusi, dan taksonomi tanaman Jagung. Balai Penelitian Tanaman Serealia. Maos.
Iswanto, E. H., R. H. Praptana & A. Guswara. (2016). Peran senyawa metabolit sekunder tanaman padi terhadap ketahanan wereng cokelat (Nilaparvata lugens). Iptek Tanaman Pangan. 11, 127-132.
Juariah, L. 2014. Studi karakteristik stomata beberapa jenis tanaman revegetasi di lahan pascapenambangan timah di Bangka. Widyariset. 17, 213-218.
Leiva-Mora, M., Capo, YA., Suarez, MA., Martin, MC., Roque., B & Mendez, EM. (2015). Components of resistance to assess black sigatoka response in artificially inoculated musa genotypes. Revista de Proteccion Vegetal. 30, 60-69.
Makarim, A. K. & E, Suhartatik. (2009). Morfologi dan fisiologi tanaman padi. Publikasi. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Subang.
Makarim, A. K., E. Suhartatik, & A., Kartohar Djono. (2007). Silikon: hara penting pada sistem produksi padi. Iptek Tanaman Pangan. 2, 195-204.
Maksimovic, J. (2006). Silicon modulages the metabolism and utilization of phenolic compounds on cucumber (Cucumis sativus L.) grown at excess manganese. Center for Multidiciplanary Studies, University of Bergrade. Serbia.
Manurung, S. O. & Ismunadji. (1988). Morfologi dan fisiologi padi. Badan Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor.
Marafon, A. C and L. Endres. (2013). Silicon: fertilization and nutritions in higher plants. Agricultural and Environmental Sciences. 56, 380-388.
Mariana. (2004). Ketahanan tanaman padi terhadap penyakit blas (Pyricularia oryzae) di sawah pasang surut Kalimantan Selatan. Disertasi. Program Pascasarjana Universitas Brawijaya. Malang.
Marzuki, A. R., A. Kartohardjono, & H. Siregar. (1997). Potensi hasil beberapa galur padi resisten wereng batang coklat. Prosiding Simposium Nasional dan Kongres III PERIPI. Bandung.
Mastuti, R. (2002). Metabolit sekunder dan pertahanan tumbuhan. modul fisiologi tumbuhan. Universitas Brawijaya. Malang.
Nasution, M. N. H., I. Chaniago, & A. Syarif. (2018). Uji korelasi dan regresi adaptasi gandum (Triticum aestivum L.) di dataran tinggi Sukabumi Solok Sumatera. Jurnal Agrohita. 2, 1-5.
Nazirah, L. & B. S. J. Damanik. (2015). Pertumbuhan dan hasil tiga varietas padi gogo pada perlakuan pemupukan. J. Floratek. 10, 54-60.
Nurmala, T., A. Yuniarti & N. Syahfitri. (2016). Pengaruh berbagai dosis pupuk silika organik dan tingkat kekerasan biji terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman hanjeli pulut (Coix lacryma jobi L.) genotip 37. Jurnal Dinamika Penelitian Industri. 26, 136.
Nuryanto, B. 2017. Penyakit hawar pelepah (Rhizoctonia solani) pada padi dan taktik pengelolaannya. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia. 21, 63–71.
__________. (2018). Pengendalian penyakit tanaman padi berwawasan lingkungan melalui pengelolaan komponen epidemik. Jurnal Litbang Pertanian. 37, 1-12.
Oka, I. Nyoman. 1993. Pengantar epidemiologi penyakit tanaman. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Poedjirahajoe, E., Widyorini, R., & Mahayani, N. P. D. (2011). Kajian ekosistem mangrove hasil rehabilitasi pada berbagai tahun tanam untuk estimasi kandungan ekstrak tanin di pantai utara Jawa Tengah. J. Ilmu Kehutanan. 5, 99-107.
Prawira, R. A., Agustiansyah., Y. Ginting, & Y. Nurmiyati. (2014). Pengaruh aplikasi silika dan boron terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi (Oryza sativa L.). J Agrotek Tropika. 2, 282-288.
Putri, F.M.., Suedy, S. W. A., & Darmanti, S. (2017). Pengaruh pupuk nanosilika terhadap jumlah stomata, kandungan klorofil dan pertumbuhan padi hitam (Oryza sativa L. cv. japonica). Buletin Anatomi dan Fisiologi. 2, 72-79.
Rahayu, A. Y., T . A. D. Haryanto & S. N. Iftitah (2016). Pertumbuhan dan hasil padi gogo hubungannya dengan kandungan prolin dan 2-acetyl-1-pyrroline pada kondisi kadar air tanah berbeda. Jurnal Kultivasi. 15, 26-231.
Rustam. (2012). Potensi bakteri penghasil senyawa bioaktif anticendawan untuk pengendalian penyakit hawar pelepah padi. Disertasi. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Sabatini, S. D., R. Budihastuti., & S. W. A. Suedy. (2017). Pengaruh pemberian pupuk nanosilika terhadap tinggi tanaman dan jumlah anakan padi beras merah. Buletin Anatomi dan Fisiologi. 2, 128-133.
Safuan, L O. & Andi, B. (2012). Pengaruh BO dan pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman melon (Cucucmis melo L.). J. Agroteknos. 2, 69-76.
Sinaga M. S. (2003). Dasar-dasar ilmu penyakit tumbuhan, seri agriteks. Penebar Swadaya. Depok.
Sitompul, S. M. & B. Guritno. (1995). Analisis pertumbuhan. Universitas Gadjah Mada Press. Yogyakarta.
Solel, Z. & Minz, G. (1970). Infection process of Cercospora beticola in sugar beet in relation to susceptibility. Journal of Phytopathol. 61, 463-466.
Suganda, T. (2001). Penginduksian resistensi tanaman kacang tanah terhadap penyakit karat (Puccinia arachidis Speg.) dengan pengaplikasian asam salisilat, asam asetat etilendiamintetra, kitin asal kulit udang, air perasan daun melati, dan dikaliumhidrogenfosfat. Agrikultura. 12, 83-88.
Tampoma, W. P., T. Nurmala., & M. Rachmadi. (2017). Pengaruh dosis silika terhadap karakter fisiologi dan hasil tanman padi (Oryza sativa L.) kultivar lokal poso (kultivar 36-Super dan Tagolu). Jurnal Kultivasi. 16, 320-325.
Taufik, M. (2011). Evaluasi ketahanan padi gogo lokal terhadap penyakit blas (Pyricularia oryzae) di lapang. AGRIPLUS. 21, 68-74.
Van der Plank JE. (1961). Plant disease: epidermis and control. Academic Press. New York.
Wahyuno, D., Dyah, M., & R. T. Setiyono. (2009). Ketahanan beberapa lada hasil persilangan terhadap Phytophthora capsica asal lada. Jurnal Littri. 15, 77-83.
Yohana, O. (2013). Pemberian bahan silika pada tanah sawah berkadar p total tinggi untuk memperbaiki ketersediaan p dan si tanah, pertumbuhan dan produksi padi (Oryza sativa L.). Jurnal Online Agroteknologi. 1, 1-9.
Yudiarti, T. (2012). Ilmu penyakit tumbuhan. Graha Ilmu. Yogyakarta.
Diterbitkan
2022-03-09
##submission.howToCite##
SUHARTI, Woro Sri; SUWARTO, Suwarto. Pengaruh Abu Sekam terhadap Pertumbuhan dan Ketahanan Tiga Varietas Padi Gogo Terinfeksi Rhizoctonia solani. Agronomika: Jurnal Budidaya Pertanian Berkelanjutan, [S.l.], v. 21, n. 1, p. 21-32, mar. 2022. ISSN 2829-128X. Tersedia pada: <http://jos.unsoed.ac.id/index.php/agro/article/view/5525>. Tanggal Akses: 28 nov. 2022
Bagian
Articles

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##

##plugins.generic.recommendByAuthor.noMetric##