@article{jis, author = {Ratna Diastari and Ratna Dewi and Edy Suyanto}, title = { Strategi Pengembangan Objek Wisata Curug Jenggala Berbasis Community Based Tourism di Masa Pandemi Covid-19}, journal = {Jurnal Interaksi Sosiologi}, volume = {2}, number = {1}, year = {2023}, keywords = {}, abstract = {ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengelola wisata dalam melakukan pengembangan objek wisata Curug Jenggala, hambatan dan solusi dalam melakukan pengembangan objek wisata Curug Jenggala. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif. Informan ditentukan dengan teknik purposive sampling, yang terpilih adalah pengelola objek wisata Curug Jenggala. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis data Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Curug Jenggala merupakan objek wisata berbasis Community Based Tourism yang menempatkan masyakat lokal sebagai subjek utama dalam melakukan pengembangan wisata. Keberadaan objek wisata Curug Jenggala mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dengan terbukanya lapangan pekerjaan. Strategi yang diterapkan pengelola objek wisata Curug Jenggala sesuai dengan konsep manajemen strategi Karhi, yaitu pertama pembuatan, penerapan, dan evaluasi strategi. Kedua promosi, riset dan pengembangan setelah riset. Hambatan utama yang dialami oleh pengelola objek wisata adalah terkait keuangan, oleh sebab itu perhatian lebih dari pihak luar (pemerintah dan investor) menjadi penting dalam pengembangan objek wisata Curug Jenggala. Kata kunci: Curug Jenggala, Pengelola objek wisata, Community Based Tourism. ABSTRACT This study aims to describe the strategy of tourism managers in developing the Curug Jenggala tourist attraction, obstacles and solutions in developing the Curug Jenggala tourist attraction. The research was conducted using qualitative methods. Informants were determined by purposive sampling technique; the chosen one was the Jenggala Curug tourist attraction manager. Research data was collected through interviews, observation, and documentation. The data analysis technique uses the Miles and Huberman data analysis model. The study results show that Curug Jenggala is a community-based tourism object that places the local community as the main subject in tourism development. The existence of the Jenggala Curug tourist attraction can improve the welfare of local communities by opening up jobs. The strategy implemented by the Jenggala Curug tourist attraction manager follows the concept of Karhi's strategic management. The first is the creation, implementation and evaluation of strategies—the second is promotion, research and development after research. The main obstacle experienced by tourism object managers is related to finance. Therefore more attention from outsiders (government and investors) is essential in developing the Curug Jenggala tourist attraction. Keywords: Jenggala Waterfall, Tourist attraction manager, Community Based Tourism}, issn = {1412-7229}, pages = {87--104}, url = {https://jos.unsoed.ac.id/index.php/jis/article/view/8546} }