EFEKTIFITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BUAH NAGA SUPER MERAH (Hylocereus costaricensis) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus mutans

EFFECTIVENESS OF ANTIBACTERIAL EXTRACT OF SUPER RED DRAGON FRUIT (Hylocereus costaricensis) ON THE GROWTH OF BACTERIA Streptococcus mutans

  • Bambang Tri Hartomo Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman
  • Fanny Kusuma Djati Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Unsoed Kampus Unsoed Karangwangkal Gedung E Jl.Suparno Purwokerto
  • Fitri Diah Oktadewi Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Unsoed Kampus Unsoed Karangwangkal Gedung E Jl.Suparno Purwokerto
  • Angger Waspodo Dias Andrianto Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Prasetyo Adi Nugroho Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Unsoed Kampus Unsoed Karangwangkal Gedung E Jl.Suparno Purwokerto

Abstract

Buah naga super merah (Hylocereus costaricencis)saat ini dibudidayakan oleh Kebun Benih Holtikultura Baturaden sebagai produk unggulan yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banyumas. Buah naga super merah diyakini memiliki efek anti bakteri oleh karena kandungan polifenol yang terdapat pada daging buah maupun kulit buah naga. Penelitian ini bertujuan untuk melihat daya hambat ekstrak buah naga super merah terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans yang merupakan salah satu pencetus terjadinya penyakit periodontal. Sebagai langkah awal, dilakukan uji determinasi buah naga super merah untuk memastikan bahwa buah naga yang digunakan adalah buah naga super merah. Selanjutnya dilakukan pembuatan ekstrak dengan metode maserasi. Hasil penelitian antar perlakuan menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan daya hambat bakteri yang signifikan (p>0,05) antara ekstrak buah naga super merah, kontrol positif dan kontrol negatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak buah naga super merah dapat digunakan sebagai bahan antibakteri dalam terapi periodontal. Hasil penelitian ini diharapkan akan menjadi acuan untuk langkah berikutnya yaitu pengujian efek anti bakteri larutan buah naga super merah terhadap akumulasi plak pada rongga mulut.


 


Super red dragon fruit (Hylocereus costaricencis) is currently cultivated by the Baturraden Horticultural Seed Garden as a superior product that has the potential to improve the welfare of the Banyumas community. Dragon fruit is believed to have anti-bacterial effects because of the polyphenol content found in fruit flesh and dragon fruit skin. This study aims to see the inhibitory power of super red dragon fruit extract on the growth of Streptococcus mutans bacteria which is one of the triggers of periodontal disease. As a first step, a determination of dragon fruit is determined to ensure that the dragon fruit used is super red dragon fruit. Furthermore, the extract was made by maceration method. The results of the study between treatments showed that there was no significant difference in bacterial inhibition (p> 0.05) between super red dragon fruit extract, positive control and negative control. This study concluded that super red dragon fruit extract can be used as anti bacterial agent for periodontal therapy. The results of this study are expected to be a reference for the next research, analyzing the antibacterial effect of super red dragon fruit solution to the accumulation of plaque on the oral cavity

References

Anggraini, H., Fakhrurrazi, Harris, A. 2017. Uji antibakterial ekstrak kulit buah naga putih (Hylocereus undatus) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. JIMVET 1 (3): 416-423.

Balagopal, S. 2013. The gold standard antiplaque agent. J.of Pharmaceutical and Research 5(12): 270-274.

BP2TPH Banyumas. 2016. Rahasia Melimpah Panen Buah Naga di TBH Baturraden. Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Jawa Tengah.

Carranza, F.A., and Shklar, G. 2012. The historical background of periodontology. In Newman, Takei, Klokkevold. (Editors). Carranza’s Clinical Periodontology. 11th ed. St.Louis. Elsevier Saunders.

Chetrus, V. 2013. Dental plaque- classification,formation, and identification. Int. J.of Medical Dentistry 3(2): 139-143.

Kristianto, D. 2009. Buah Naga: Pembudidayaan Di Pot Dan Kebun. Jakarta. Penebar Swadaya.

Lidhe, J. 2015. Clinical Periodontology And Implant Dentistry 6th. Blackwell Muksgaard. Oxford.

Mahmudah, F.L. 2017. Antibacterial activity test of ethanol extract temu kunci (Boesenbergia pandurata) against Streptococcus mutans bacteria. Jurnal Penelitian Saintek 22(1):59-66.

Mujiatmaja, N.K.H. 2016. Pengaruh Penambahan Berbagai Konsenstrasi Ekstrak Kulit Buah Naga Merah Pada Antibiotik Terhadap Peningkatan Hambatan Pertumbuhan Bakteri Fusobacterium nucleatum Dominan Periodontitis in vitro. Thesis. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta. Rineka Cipta.

Omidizadeh. 2011. Cardioprotective compounds of red pitaya (Hylocreus polyrhizus) fruit. J.of Food,/Agriculture&Environment 9 (3&4): 152-156.

Umayah, E., dan Amrun, H. 2007. Antioxidant activity assay of dragon fruit extract. Jurnal Ilmu Dasar 8(1): 83-90.

Peschel, A. 2013. Phenol-soluble modulins and stafilococcal infection. Nature Reviews Microbiogy 11: 667-673.

Thosar, N. 2016. Changing trends in oral hygiene and plaque control in chidren. J.of Oral Dentistry and oral Care 2(1):1-5.
Published
2018-12-31
How to Cite
HARTOMO, Bambang Tri et al. EFEKTIFITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BUAH NAGA SUPER MERAH (Hylocereus costaricensis) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus mutans. Mandala Of Health : A Scientific Journal, [S.l.], v. 11, n. 2, p. 52-61, dec. 2018. ISSN 2615-6954. Available at: <http://jos.unsoed.ac.id/index.php/mandala/article/view/596>. Date accessed: 16 july 2020. doi: https://doi.org/10.20884/1.mandala health.2018.11.2.596.