Makna Leksikal dan Kultural Ritual Adat Temanten Tumpang Kabupaten Malang Sebagai Wujud Filosofi Kebudayaan Jawa: Kajian Antropolinguistik
Main Article Content
Abstract
Adat Temanten merupakan tradisi yang sering dilakukan dan disaksikan oleh masyarakat. Namun, tidak sedikit dari masyarakat yang belum memahami makna filosofis dari berbagai ritual Adat Temanten. Dalam penelitian ini, akan dilakukan analisis terhadap makna filosofis kearifan lokal ritual Adat Temanten dengan menggunakan pendekatan antropolinguistik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hal-hal yang terkandung dalam filosofi ritual pernikahan adat Jawa Malang, yaitu (1) teks yang berupa istilah-istilah yang mengandung makna leksikal dan makna kontekstual; dan (2) nilai-nilai budaya yang terdiri dari nilai hubungan manusia dengan Tuhan, alam, masyarakat, sesama manusia, dan diri sendiri. Sumber data dalam penelitian ini adalah pranatacara di Desa Ngingit, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Data yang dianalisis berupa teks ritual Adat Temanten yang berupa tahapan-tahapan dalam prosesi pernikahan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik etnografi dan model interaktif dengan tujuan untuk mendeskripsikan karakteristik budaya Adat Temanten secara lebih mendalam dan sistematis. Berdasarkan hal tersebut, hasil penelitian dalam makalah ini adalah; (1) Makna leksikal dan kontekstual dalam ritual adat Temanten Malang, (2) Makna budaya dalam ritual adat Temanten Malang.
Kata kunci: antropolinguistik, adat temanten, makna filosofis, makna leksikal, makna kultural, Malang