Identification of Drug Interaction in Patients in Stroke Unit Banyumas General Hospital

  • Tuti Sri Suhesti
  • Nurmahmudah Nurmahmudah
  • Esti Dyah Utami

Abstract

Pasien stroke sering memperoleh lebih dari dua macam obat sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian interaksi obat pada pasien stroke rawat inap di unit stroke RSUD Banyumas berdasarkan buku Drug Interaction Facts. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif evaluatif yang bersifat retrospektif. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 62 pasien stroke terdapat 26% pasien yang mengalami interaksi obat. Jumlah interaksi obat yang paling banyak terjadi adalah 1 jenis interaksi obat (74%). Jenis interaksi obat yang sering terjadi pada pasien stroke yaitu interaksi obat antara Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor (ACEI) dengan KCl sebanyak 18,18%. Mekanisme interaksi obat yang paling banyak terjadi adalah unknown (36%). Tingkat signifikansi 4 paling banyak terjadi yaitu 50%, dengan onset interaksi obat adalah delayed(57%) dan tingkat keparahan moderate yaitu sebanyak 57%. Dokumentasi interaksi obat yang paling banyak terjadi adalah possible (50%

Published
2018-05-22
How to Cite
SUHESTI, Tuti Sri; NURMAHMUDAH, Nurmahmudah; UTAMI, Esti Dyah. Identification of Drug Interaction in Patients in Stroke Unit Banyumas General Hospital. Acta Pharmaciae Indonesia, [S.l.], v. 4, n. 01, p. 29-36, may 2018. ISSN 2621-4520. Available at: <http://jos.unsoed.ac.id/index.php/api/article/view/1050>. Date accessed: 21 oct. 2018.